Anggaran Minim, Dinkes Subang Kewalahan Tangani HIV/AIDS

1 month ago 14
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Anggaran Minim, Dinkes Subang Kewalahan Tangani HIV/AIDS Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Maxi.(MI/Reza Sunarya)

DINAS Kesehatan Kabupaten Subang, Jawa Barat mengakui tidak akan mampu mengatasi kasus HIV di kota itu. Diperlukan kolaborasi dan pembagian tugas misalnya dengan Komisi Penanggulangan AIDS. Selain itu Anggaran dari Pemkab Subang juga sangat minim.

Penderita HIV di Kabupaten Subang, Jawa Barat, terus meningkat. Saat ini penderita HIV di Kabupaten Subang telah tembus 3.800 penderita. Angka yang tertular HIV di Subang paling banyak yang pertama di Kecamatan Subang Kota, disusul Kecamatan Pamanukan, Kecamatan Pusakanagara, Patokbeusi, Ciasem, dan Kecamatan Pagaden. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Maxi mengungkapkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Subang tidak akan mampu menangani sendiri kasus Penyebaran HIV di Kabupaten Subang sehingga diperlukan kolaborasi dengan pihak terkait misalnya Komisi Penanggulangan AIDS.

"Tidak mungkin diatasi oleh Dinas Kesehatan sendiri. Kita berkolaborasi dengan misalnya membagi-bagi tugas, misalnya ada Komisi Penanggulangan AIDS. Titik tugasnya adalah melakukan koordinasi antar-lembaga." kata Maxi, Jumat (3/10).

Menurut Maxi, Kabupaten Subang memiliki 42 OPD, salah satunya Dinas Perhubungan. Dinas Perhubungan bisa melakukan sosialisasi kepada pengemudi angkot, truk, tentang bahaya HIV/AIDS. "Dinas Perhubungan, itu kan mereka punya yang namanya sopir-sopir, angkutan, sopir truk. Ya harus dilakukan penyuluhan-penyuluhan terkait dengan bagaimana seks berisiko tinggi. Yang namanya dalam perjalanan itu kan sering banyak godaan-godaan," ungkap Maxi.

Dikatakan Maxi, pihaknya pernah melakukan survei melakukan perjalanan pengemudi truk dari Surabaya sampai ke Merak. Selama perjalanan dua sampai tiga kali pengemudi singgah ke tempat pekerja seks komersial. 

Yang kedua lanjut Maxi, peran Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Dispora) bisa mengendalikan tempat-tempat wisata, pemilik-pemilik hotel, restoran, kafe, yang banyak terjadi transaksi-transaksi yang mengarah kepada aktivitas seksual. 

"Ini tentunya harus diberikan pemahaman juga dan mereka harus membuat warning lah. Paling tidak kan ada hotel yang menyediakan kondom, supaya tidak terjadi penularan yang di mana-mana," tegasnya.

Menurut Maxi, secara umum, pencegahan HIV harus 5 faktor, Pertama A, A itu Abstinen, tidak berhubungan seks. Ini berlaku bagi siswa, pelajar, ya yang belum menikah. Kemudian yang kedua adalah B, Be faithful, saling setia, artinya setia pada pasangan yang masing-masing. 
Ketiga adalah C, kalau kelompok A dan B tidak tahan, ya pakai C, Condom.

Keempat adalah D, atau Drugs jangan pakai obat-obat terlarang. Karena obat-obat terlarang itu yang banyak disebut Napsa. Yang terakhir adalah education, pendidikan. Artinya harus memberi imunitas kepada seluruh masyarakat, terutama mahasiswa, anak-anak sekolah, bahwa seks itu banyak enaknya, tapi ada risikonya.

Maxi juga menyayangkan minimnya anggaran dari Pemkab Subang untuk penanggulangan HIV, sedangkan penyebaran HIV di Kabupaten Subang terus meningkat.(E-2)

Read Entire Article