Gedor Iran, Trump Kerahkan Kapal Induk USS Abraham Lincoln dan Armada Perusak

2 days ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Gedor Iran, Trump Kerahkan Kapal Induk USS Abraham Lincoln dan Armada Perusak AMERIKA Serikat resmi mengerahkan kekuatan tempur lautnya, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln.(Anadolu )

AMERIKA Serikat resmi mengerahkan kekuatan tempur lautnya, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln dan sejumlah kapal perusak berpeluru kendali, menuju kawasan Iran. Langkah militer ini merupakan bentuk tekanan nyata Washington untuk memaksa Teheran segera membuka jalur negosiasi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa “armada besar” tersebut tengah bergerak dengan tujuan yang jelas di tengah meningkatnya ancaman serangan militer AS.

“Armada itu bergerak cepat, dengan kekuatan besar, antusiasme, dan tujuan yang jelas,” tulis Trump dalam unggahan di platform Truth Social miliknya, tanpa merinci lebih lanjut misi atau target pengerahan tersebut.

Tekanan Militer untuk Negosiasi Nuklir

Pengerahan kapal induk USS Abraham Lincoln beserta sejumlah kapal perusak berpeluru kendali ini meningkatkan spekulasi mengenai kesiapan perang Amerika Serikat. Armada laut tersebut memiliki kemampuan melancarkan serangan masif dari laut jika konflik terus meruncing.

Trump menambahkan bahwa pengerahan kekuatan tempur ini dimaksudkan untuk mendorong Iran kembali ke meja perundingan terkait program nuklir.

“Semoga Iran segera ‘datang ke meja perundingan’ dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan setara—tanpa senjata nuklir—yang baik bagi semua pihak,” tulisnya.

Meski demikian, Trump belum mengumumkan keputusan akhir terkait penggunaan kekuatan militer secara langsung. Ia menetapkan dua "garis merah" yang tidak dapat ditoleransi: pembunuhan terhadap demonstran damai serta kemungkinan eksekusi massal terhadap para tahanan di Iran.

Krisis Domestik Iran dan Simpang Siur Data Korban

Ancaman militer AS ini muncul di tengah krisis internal Iran yang dipicu gelombang protes besar sejak 28 Desember akibat runtuhnya nilai mata uang rial dan lonjakan biaya hidup. Aksi tersebut dibalas dengan tindakan keras aparat keamanan yang memicu jatuhnya ribuan korban jiwa.

Lembaga Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di AS melaporkan data korban sebagai berikut:

  • 6.221 orang tewas (termasuk 5.858 pengunjuk rasa dan 100 anak-anak).
  • 42.300 orang telah ditangkap.
  • Sumber lain memperkirakan jumlah kematian berada di kisaran 6.000 hingga 30.000 orang.

Verifikasi independen atas data tersebut sulit dilakukan karena pemerintah Iran telah memutus akses internet selama lebih dari tiga minggu. Sebaliknya, otoritas Teheran mengeklaim jumlah korban jauh lebih rendah, yakni 3.117 orang, seraya melabeli mereka sebagai “teroris”.

Perbedaan data yang mencolok ini mempertegas kabut informasi yang menyelimuti Iran, di saat kehadiran USS Abraham Lincoln di perairan sekitar semakin memperkuat tekanan internasional terhadap rezim tersebut.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, menegaskan tidak ada komunikasi dengan pihak Paman Sam termasuk tidak ada kontak baru-baru ini dengan utusan Amerika Serikat (AS) Steve Witkoff.

"Tidak ada kontak antara saya dan Witkoff dalam beberapa hari terakhir, dan kami tidak melakukan pembicaraan," ucap Araghchi kepada media pemerintah seperti dikutip Kantor Berita Fars. (Euronews.com/I-1)

Read Entire Article