Ketika Tiga Bupati di Aceh Menyerah, tak Sanggup Tangani Bencana

2 months ago 32
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ketika Tiga Bupati di Aceh Menyerah, tak Sanggup Tangani Bencana Sisa kayu gelondongan dan lumpur yang terbawa arus banjir bandang di Pidie, Aceh.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

BENCANA banjir bandang hingga tanah longsor dahsyat menerjang tiga provinsi paling utara di Pulau Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Sudah lebih dari 440 jiwa melayang akibat bencana di tiga provinsi tersebut, ratusan lainnya masih hilang, dan puluhan ribu jiwa mengungsi. Pemerintah pusat hingga kini belum menetapkan bencana di Sumatra sebagai bencana nasional.

Sejak Selasa (25/11) hingga Minggu (30/11), tiga bupati di Aceh yakni Aceh Selatan, Aceh Timur, dan Pidie Jaya menyatakan mereka tak sanggup menangani bencana ini sendiri. Mereka mengirimkan surat pernyataan resmi ke Pemerintah Provinsi Aceh yang menyatakan hal tersebut sekaligus untuk minta bantuan.

Apa yang Terjadi di Pidie Jaya?

Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, jadi yang pertama yang menyatakan tak mampu menangani bencana di wilayahnya. Surat ia teken pada 25 November 2025. Hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (25/11) sampe Kamis (27/11) membuat banjir dan longsor terjadi di hampir seluruh kabupaten di Aceh. Rumah warga rusak, jalan utama jtelah menjadi lumpur, dan ekonomi lokal berhenti tiba-tiba.

Daerah yang mengalami dampak parah termasuk Kecamatan Bandar Baru, Panteraja, Trienggadeng, dan Meureudu. Aktivitas warga terputus, pemukiman rusak, dan infrastruktur seperti jalan rusak berat. 

"Pemkab Pidie Jaya tidak dapat menangani penanggulangan bencana tersebut sepenuhnya mengingat keterbatasan anggaran, sumber daya serta peralatan yang dimiliki," tulis Sibral dalam suratnya.

Situasi di Aceh Selatan

Di Aceh Selatan, Bupati Mirwan juga mengirimkan surat nomor 360/1975/2025 tanggal 27 November 2025. Banjir dan longsor melanda 11 kecamatan di kabupaten tersebut.

Akses transportasi putus, warga dievakuasi ke tempat aman, dan pasar tradisional tutup. Puluhan infrastruktur seperti jalan, jembatan, saluran irigasi, sekolah, fasilitas kesehatan, dan sanitasi rusak berat.

Mirwan menyatakan dalam suratnya Pemkab tak punya cukup anggaran, logistik, alat, dan tenaga kerja untuk melakukan penanganan. 

"Dipandang perlu Pemerintah Aceh untuk mengambil alih penanganan darurat bencana banjir di Kabupaten Aceh Selatan," tulisnya. 

Kasus Aceh Tengah

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, ikut menyerah lewat surat nomor 360/5654BFBD/2025. Bencana banjir bandang dan longsor kali ini dipandang terlalu besar untuk ditangani sendiri oleh Pemkab Aceh Tenga. 

"Mengingat kondisi dampak bencana ini, kami selaku Bupati Aceh Tengah menyatakan ketidakmampuan dalam melaksanakan upaya penanganan darurat bencana sebagaimana mestinya," ucap Haili.

Tiga bupati tersebut sama-sama meminta Pemprov Aceh turun tangan mengambil alih agar penanganan bencana dapat berjalan lebih cepat dan terkoordinasi. (E-4)

Read Entire Article