Tentara Israel di Jerusalem.(Al Jazeera)
DI suatu kota dekat Jerusalem, Palestina, semakin banyak rumah dan tempat usaha yang digusur. Warga Palestina mengaitkan upaya ini dengan persetujuan Israel atas proyek permukiman baru.
"Ini proyek penghancuran total bagi perekonomian dan rakyat. Ini akan berdampak pada semua orang," kata Yahya Abu Ghaliyeh. Rumahnya di kota Al-Eizariya dihancurkan otoritas Israel awal tahun ini.
Kini, usaha cuci mobil milik pria berusia 37 tahun itu juga akan dihancurkan. Pemberitahuan tersebut menyatakan bahwa bangunan-bangunan tersebut dibangun tanpa izin.
Tidak ada pernyataan resmi Israel yang mengaitkan perintah pembongkaran tersebut dengan proyek permukiman. Namun, warga Palestina mengatakan izin semacam itu hampir mustahil diperoleh dari Israel yang menjajah Tepi Barat sejak 1967.
Mereka juga mengaitkan penggusuran yang akan datang dengan rencana E1, salah satu proyek permukiman Tepi Barat terbesar yang pernah disetujui Israel. Proyek ini, yang bertujuan membangun sekitar 3.400 rumah, akan menghubungkan Jerusalem dengan Maale Adumim di dekatnya, salah satu permukiman Israel terbesar di Tepi Barat.
Pada Agustus, Israel memberikan lampu hijau untuk E1, proyek konstruksi baru yang mencakup sekitar 12 kilometer persegi di sebelah timur Jerusalem. Rencana E1 dikecam beberapa pemimpin internasional.
Juru bicara Sekjen PBB mengatakan hal itu akan menimbulkan ancaman eksistensial bagi negara Palestina yang bersebelahan. Langkah ini akan semakin memisahkan Jerusalem timur, yang diduduki dan dianeksasi Israel serta dihuni sebagian besar warga Palestina, dengan Tepi Barat.
Tidak termasuk Jerusalem timur, 500.000 warga Israel tinggal di permukiman-permukiman dalam Tepi Barat. Permukiman-permukiman ini ilegal menurut hukum internasional. Proyek E1 mencakup jalan baru antara Jerusalem dan Maale Adumim, yang tidak akan dapat diakses dari Al-Eizariya, meskipun jalan tersebut melintasi kota tersebut.
Direktur Kartografi di Arab Studies Society Jerusalem, Khalil Tufakji, mengatakan kepada AFP bahwa proyek tersebut akan memastikan bahwa warga Palestina tidak dapat menggunakan jalan bagi warga Israel. Ia menyebutnya sebagai apartheid antara orang Arab dan Yahudi. Menurutnya, orang-orang yang bepergian antara Al-Eizariya dan Jerusalem harus menempuh rute memutar tiga kali lebih lama dari perjalanan saat ini.
Al-Eizariya, yang berpenduduk sekitar 22.000 jiwa, juga dikenal sebagai Betania. Menurut Wali Kota Khalil Abu Rish, kota ini merupakan rumah bagi makam dan gereja Lazarus yang menarik setengah juta wisatawan setiap tahun.
Banyak warga Palestina, terutama dari Jerusalem timur, berbelanja di jalan sepanjang empat kilometer itu. Pada Sabtu (22/11), orang-orang sering berbondong-bondong membeli gaun pengantin, peralatan makan, atau permen. "Proyek ini akan merugikan pariwisata," kata wali kota.
Al-Eizariya berbatasan di sebelah barat dengan tembok pemisah yang dibangun Israel pada awal 2000-an. Bulan lalu, Israel memasang gerbang keamanan di pintu masuk timur kota, salah satu dari hampir 1.000 gerbang yang dipasang di pintu masuk desa, kota kecil, dan kota-kota Palestina baru-baru ini.
Militer Israel mengatakan kepada AFP bahwa mereka mengeluarkan perintah pembongkaran untuk beberapa bangunan ilegal yang dibangun di area tanpa izin yang mengancam keamanan area tersebut.
Aviv Tatarsky, seorang peneliti di organisasi anti-permukiman Israel Ir Amim, mengatakan tidak ada pernyataan resmi Israel yang mengaitkan pemberitahuan pembongkaran dan evakuasi di Al-Eizariya dengan proyek E1.
Namun ia yakin Israel ingin mengambil alih tanah di Area C yang menyebabkan peningkatan jumlah pemukim dan penggusuran komunitas Palestina.
Area C merujuk pada sekitar 66 persen wilayah Tepi Barat yang berada di bawah kendali sipil dan keamanan Israel berdasarkan perjanjian Oslo yang disepakati antara Israel dan Otoritas Palestina pada 1990-an.
Pemilik tempat cuci mobil Abu Ghaliyeh berkata, "Mereka (Israel) hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri. Seolah-olah komunitas Palestina adalah ternak."
"Mereka tidak peduli jika saya akhirnya tidur di tempat terbuka. Mereka merampas mata pencaharian kami dan anak-anak kami," tambah ayah lima anak ini yang mempekerjakan lima orang.
"Saya sudah di sini selama 10 tahun. Kami membangun basis pelanggan. Bagaimana mungkin mereka meminta saya untuk mengungsi?"
Beberapa meter di sepanjang jalan, Naji Assakra mengatakan ia juga menerima surat pemberitahuan pembongkaran untuk bengkel logamnya. Usahanya menghidupi enam keluarga.
Seorang pejabat Otoritas Palestina yang bertugas memerangi aktivitas permukiman, Mohammed Matar, memprediksi bahwa E1 akan memicu pergeseran demografis besar-besaran di daerah tersebut. Jumlah pemukim Israel menjadi dua kali lipat jumlah warga Palestina.
Lebih lanjut, "Proyek ini akan menggusur lebih dari 24 komunitas Badui Palestina yang semua bergantung pada ternak", tambahnya. Lahan itu untuk penggembalaan.
Pengadilan Israel menolak banding yang diajukan oleh LSM Israel yang menuntut pembatalan proyek tersebut. Untuk saat ini, Abu Ghaliyeh bersikeras untuk tetap tinggal.
"Kami tidak berniat mengungsi," ujarnya. "Ini tanah kami: tanah Palestina." (I-2)

3 days ago
5

























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352887/original/013654100_1758144467-AP25260720491829.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4757356/original/067911600_1709187898-20240229-Bayi_Tahun_Kabisat-HER_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5365763/original/083910100_1759205804-forummmz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365457/original/065733600_1759191676-ZZZ_Lucia_Combat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363907/original/014665300_1758988648-000_76Y74T9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3380737/original/042829200_1613651275-20210218-Pelatihan-Memandikan-Bayi-bagi-Ibu-Baru-herman-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325970/original/059384700_1756056711-000_72CF2LG.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366602/original/044891100_1759247254-Ringkasan_Fitur_Baru_Live_Photos_WhatsApp.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368069/original/029796200_1759335348-IMG_20251001_174918_465.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366659/original/028321500_1759267918-Bayern-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363054/original/028232900_1758880182-Hipcon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365512/original/026460700_1759199262-KISCC_2025.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365460/original/007445600_1759192162-Zenless_Zone_Zero_versi_23_01_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4752959/original/094993100_1708917074-AP24056660079487.jpg)