Misi Baru Hayabusa2, Asteroid 1998 KY26 Ternyata Lebih Kecil dan Cepat dari Perkiraan

1 month ago 15
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Misi Baru Hayabusa2, Asteroid 1998 KY26 Ternyata Lebih Kecil dan Cepat dari Perkiraan Gambaran artistik misi Hayabusa2 Jepang di asteroid 1998 KY26. Pengamatan terbaru dengan Teleskop Sangat Besar (VLT) ESO menunjukkan asteroid ini hanya berdiameter 11 meter, hampir tiga kali lebih kecil dari perkiraan, dan berputar sekali setiap 5 menit. I(ESO/M. Kornmesser. Asteroid: T. Santana-Ros dkk. Model Hayabusa2: SuperTKG (CC-BY-SA))

ASTRONOM telah menemukan bahwa asteroid 1998 KY26, yang menjadi target misi perpanjangan Hayabusa2 milik Jepang, ternyata jauh lebih kecil dan berotasi lebih cepat daripada perkiraan sebelumnya.

Astronom melakukan studi baru terhadap asteroid 1998 KY26 dengan menggunakan observatorium di berbagai belahan dunia, termasuk Teleskop Sangat Besar milik European Southern Observatory (Very Large Telescope/ESO’s VLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa asteroid ini hampir tiga kali lebih kecil daripada estimasi awal dan berputar jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.

Objek kecil ini telah dipilih sebagai tujuan misi Hayabusa2 pada tahun 2031. Dengan hanya enam tahun tersisa sebelum wahana antariksa tersebut tiba, pengukuran terbaru ini memberikan informasi penting untuk membantu merencanakan operasi di asteroid tersebut.

“Kami menemukan bahwa kenyataan mengenai objek ini sama sekali berbeda dari deskripsi sebelumnya,” ujar astronom Toni Santana-Ros, peneliti dari Universitas Alicante, Spanyol, yang memimpin studi mengenai 1998 KY26 yang diterbitkan hari ini di Nature Communications.

Pengamatan terbaru, dikombinasikan dengan data radar sebelumnya, mengungkapkan bahwa asteroid tersebut hanya berdiameter 11 meter, artinya ukurannya dapat mudah dimasukkan ke dalam kubah teleskop unit VLT yang digunakan untuk mengamatinya (lihat gambar di bawah). Asteroid ini juga berotasi sekitar dua kali lebih cepat dari perkiraan sebelumnya: “Satu hari di asteroid ini hanya berlangsung selama lima menit!” katanya. Data sebelumnya menunjukkan bahwa asteroid ini berdiameter sekitar 30 meter dan menyelesaikan satu rotasi dalam waktu kira-kira sepuluh menit.

Tantangan bagi Hayabusa2

“Ukuran yang lebih kecil dan rotasi yang lebih cepat yang kini terukur akan membuat kunjungan Hayabusa2 semakin menarik, namun juga semakin menantang,” ujar penulis bersama Olivier Hainaut, seorang astronom di ESO Jerman. Hal ini karena manuver pendaratan, di mana wahana antariksa menyentuh permukaan asteroid, akan lebih sulit dilakukan daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Asteroid 1998 KY26 ditetapkan sebagai target akhir bagi wahana antariksa Hayabusa2 milik Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (Japan Aerospace Exploration Agency/JAXA). Dalam misi utamanya, Hayabusa2 telah mengeksplorasi asteroid 162173 Ryugu yang berdiameter 900 meter pada tahun 2018, dan berhasil membawa sampel asteroid kembali ke Bumi pada tahun 2020.

Karena masih memiliki sisa bahan bakar, wahana tersebut kemudian dikirim untuk menjalani misi perpanjangan hingga tahun 2031, ketika dijadwalkan bertemu dengan asteroid 1998 KY26 dengan tujuan mempelajari asteroid berukuran paling kecil. Ini akan menjadi pertama kalinya sebuah misi antariksa mengunjungi asteroid mini semua misi sebelumnya mengunjungi asteroid dengan diameter ratusan bahkan ribuan meter.

Mengamati Target yang Sangat Redup

Santana-Ros dan timnya mengamati asteroid 1998 KY26 dari Bumi untuk mendukung persiapan misi tersebut. Karena asteroid ini sangat kecil dan redup, penelitian hanya mungkin dilakukan ketika ia melintasi jarak dekat dengan Bumi, serta menggunakan teleskop berukuran besar, seperti VLT milik ESO di Gurun Atacama, Chili.

Pengamatan menunjukkan bahwa asteroid ini memiliki permukaan yang terang dan kemungkinan besar terdiri dari bongkahan batu padat, yang mungkin berasal dari pecahan sebuah planet atau asteroid lain. Namun, tim tidak sepenuhnya dapat menyingkirkan kemungkinan bahwa asteroid ini terbentuk dari tumpukan puing yang saling menempel secara longgar.

“Kita belum pernah melihat asteroid berukuran sepuluh meter secara langsung, sehingga kita benar-benar tidak tahu apa yang dapat diharapkan dan seperti apa rupanya,” kata Santana-Ros, yang juga berafiliasi dengan Universitas Barcelona.

Santana-Ros menilai temuan ini menakjubkan karena ukuran asteroid sebanding dengan wahana antariksa yang akan mengunjunginya. Ia menambahkan, keberhasilan timnya mengkarakterisasi objek sekecil itu menunjukkan metode tersebut bisa diterapkan pada objek lain di masa depan dan berpotensi memengaruhi rencana eksplorasi maupun penambangan asteroid.

“Selain itu, kini kami tahu bahwa kami dapat mengkarakterisasi bahkan asteroid paling kecil yang berpotensi berbahaya dan dapat menabrak Bumi, seperti yang terjadi pada peristiwa di Chelyabinsk, Rusia pada tahun 2013, yang ukurannya hanya sedikit lebih besar daripada KY26,” tutup Hainaut.

Sumber: scitechdaily.com

Read Entire Article