Peneliti Kembangkan Aplikasi AI untuk Ungkap Jejak Kaki Dinosaurus

2 days ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Peneliti Kembangkan Aplikasi AI untuk Ungkap Jejak Kaki Dinosaurus Ilustrasi(freepik)

PARA ilmuwan mengembangkan sebuah aplikasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bernama DinoTracker yang dirancang untuk membantu mengidentifikasi dinosaurus melalui jejak kaki yang mereka tinggalkan jutaan tahun lalu. Aplikasi ini diharapkan dapat memberikan pendekatan baru dalam studi paleontologi, khususnya dalam menafsirkan fosil tapak kaki dinosaurus.

Penelitian ini dilakukan oleh tim ilmuwan yang dipimpin oleh Prof Steve Brusatte dari University of Edinburgh bersama Dr Gregor Hartmann dari Helmholtz-Zentrum, Jerman. Hasil riset mereka dipublikasikan dalam jurnal _Proceedings of the National Academy of Sciences_ dan dilansir oleh The Guardian.

Mengapa Jejak Kaki Sulit Diidentifikasi?

Selama ini, upaya mengaitkan jejak kaki dinosaurus dengan spesies tertentu kerap diibaratkan seperti mencocokkan sepatu kaca Cinderella dengan pemiliknya. Namun, menurut Brusatte, pendekatan tersebut tidak sesederhana itu. Bentuk jejak kaki tidak hanya dipengaruhi oleh struktur kaki dinosaurus, tetapi juga oleh kondisi tanah seperti pasir atau lumpur, serta cara kaki tersebut bergerak saat menginjak permukaan.

DinoTracker AI

Berbeda dari sistem sebelumnya, DinoTracker tidak dilatih menggunakan jejak kaki yang sudah lebih dulu diberi label oleh manusia. Tim peneliti justru memasukkan sekitar 2.000 siluet jejak kaki dinosaurus tanpa label ke dalam sistem AI. Dari data tersebut, AI kemudian mempelajari sendiri tingkat kemiripan dan perbedaan antarjejak berdasarkan sejumlah ciri yang dianggap penting.

Hasilnya, para peneliti menemukan delapan karakteristik utama yang mencerminkan variasi bentuk jejak kaki, seperti bentangan jari, luas permukaan kaki yang menyentuh tanah, hingga posisi tumit. Karakteristik inilah yang digunakan sistem untuk mengelompokkan jejak-jejak yang dinilai serupa.

Teknologi tersebut kemudian dikembangkan menjadi aplikasi DinoTracker yang dapat diakses secara gratis. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat mengunggah siluet jejak kaki dinosaurus, melihat tujuh jejak lain yang paling mirip, serta memanipulasi bentuk jejak untuk memahami bagaimana perubahan pada karakteristik tertentu memengaruhi hasil pencocokan.

Menurut Hartmann, meskipun para ahli masih perlu memverifikasi faktor lain seperti usia fosil dan material tempat jejak tersebut terbentuk, sistem AI ini mampu mengelompokkan jejak kaki sesuai dengan klasifikasi para pakar manusia hingga sekitar 90 persen.

Salah satu temuan menarik dari riset ini adalah dukungan AI terhadap pengamatan lama para paleontolog mengenai adanya jejak kaki dari periode Trias dan awal Jura yang tampak sangat menyerupai jejak burung. Padahal, usia jejak tersebut sekitar 60 juta tahun lebih tua dibandingkan fosil burung tertua yang pernah ditemukan, yakni Archaeopteryx.

Brusatte menilai temuan ini menunjukkan bahwa kemiripan tersebut bukan sekadar hasil dugaan. Namun, ia menegaskan bahwa kesimpulan tersebut belum final. Ia menduga jejak tersebut kemungkinan besar dibuat oleh dinosaurus pemakan daging yang memiliki kaki menyerupai burung, yang mungkin merupakan leluhur burung, tetapi belum bisa disebut sebagai burung sejati.

Pandangan lebih kritis juga disampaikan oleh Dr Jens Lallensack dari Humboldt University of Berlin, yang tidak terlibat dalam penelitian ini. Ia menilai salah satu keterbatasan sistem baru tersebut adalah karakteristik yang dianalisis AI belum tentu sepenuhnya mencerminkan bentuk kaki dinosaurus itu sendiri. Menurutnya, jejak yang tampak seperti burung bisa saja terbentuk akibat cara kaki dinosaurus theropoda tenggelam di tanah yang lunak.

Meski masih menyisakan perdebatan, kehadiran DinoTracker dinilai sebagai langkah maju dalam pemanfaatan kecerdasan buatan untuk membantu mengurai misteri kehidupan purba, khususnya dalam memahami jejak kaki dinosaurus yang selama ini sulit diinterpretasikan secara pasti.

Sumber: The Guardian

Read Entire Article