Penerapan ERP Jakarta Diminta Jangan Terjebak Logika Batas Kota

2 months ago 32
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Penerapan ERP Jakarta Diminta Jangan Terjebak Logika Batas Kota ilustrasi.(MI/Usman Iskandar)

PENGAMAT transportasi yang juga mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Muhammad Akbar, menilai arah kebijakan Electronic Road Pricing (ERP) Jakarta perlu dikembalikan ke tujuan dasarnya.

Akbar mengatakan pergerakan kendaraan di pusat aktivitas, bukan menghukum mobil yang sekadar melintasi batas administratif. Ia menegaskan, praktik terbaik di kota-kota dunia menunjukkan bahwa ERP selalu dimulai dari kawasan tujuan sentra bisnis, pusat kota, atau area dengan beban lalu lintas tertinggi.

“Kalau kita melihat London, Singapura, sampai Stockholm, semuanya menempatkan ERP di jantung aktivitas. Bukan di perbatasan kotanya,” ujar Akbar melalui keterangannya, Senin (1/12).

Inner London Congestion Zone, Orchard-CBD Singapura dan Central Stockholm menjadi contoh bagaimana tarif diberlakukan untuk menahan volume kendaraan yang memasuki kawasan padat.

"Tujuan mereka sederhana: mengendalikan beban, bukan memajaki orang yang hanya melintas,” sambungnya.

Menurut Akbar, Jakarta membutuhkan kebijakan mobilitas, bukan kebijakan administratif. Ia menilai konsep ERP di batas kota seperti DKI–Depok atau DKI–Bekasi justru menunjukkan kekeliruan memahami akar kemacetan.

"Kalau macet terjadi di dalam kota, mengapa jawabannya tarif di pintu masuk kota? Ini terjebak pada logika KTP, bukan logika pergerakan,” katanya.

ERP, tegas dia, adalah instrumen menata ruang; titik penerapannya harus berada di lokasi yang ingin diatur, bukan di garis demarkasi yang kebetulan menjadi batas wilayah.

Ia menyebut perlu ada koreksi arah kebijakan agar ERP tidak berubah menjadi sekadar instrumen memajaki warga penyangga.

"ERP bukan pagar pembatas antara Jakarta dan Bodetabek,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa penerapan tarif harus berbasis kebutuhan pengelolaan permintaan perjalanan (travel demand management), terutama di kawasan yang mengalami kelebihan beban lalu lintas.

“ERP itu alat untuk mengelola permintaan, bukan alat untuk memisahkan penduduk,” ujar Akbar.

Dengan menempatkan ERP di pusat padat aktivitas Jakarta baik di kawasan bisnis, perkantoran, maupun perbelanjaan kebijakan ini dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Akbar menilai sudah saatnya Jakarta meninjau ulang strategi yang ada.

"Kalau ingin efektif, mulai dari pusat keramaian dulu. Itu hukum dasarnya,” ucapnya.

Ia berharap pembuat kebijakan tidak lagi meletakkan ERP sebagai kebijakan administratif berbasis batas kota, melainkan sebagai strategi tata ruang yang berbasis beban mobilitas sebagaimana dilakukan kota-kota dunia.

“Ketika arah kebijakan dikoreksi, ERP bisa menjadi solusi. Bukan kontroversi,” tutupnya. (Far/P-3)

Read Entire Article