Rencana Pelibatan TNI Jaga Kilang Pertamina Disorot, Amnesty: Risiko Konflik Sipil Berpotensi Meningkat

4 days ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Risiko Konflik Sipil Berpotensi Meningkat Ilustrasi .(Antara)

DEPUTI Direktur Amnesty International Indonesia, Wirya Adiwena menyoroti rencana kebijakan kementerian pertahanan yang akan melibatkan TNI aktif untuk menjaga terminal dan kilang Pertamina.

“Ini adalah satu lagi tanda menguatnya pelibatan militer di ruang sipil di masa pemerintahan Prabowo. Pengamanan objek vital seharusnya tetap berada di bawah otoritas sipil dengan memperkuat mekanisme pengawasan publik,” ujar Wirya Selasa (25/11).

Wirya menekankan bahwa Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin belum memberikan justifikasi yang kuat terkait keterlibatan TNI dalam industri strategis nasional. 

Menurutnya, meski disebut sebagai bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dan diklaim tercantum dalam revisi UU TNI, alasan nyata untuk menurunkan tentara di lokasi seperti kilang minyak dan terminal Pertamina belum jelas.

“Apa yang menjadi ancaman? Apa yang menjadi kedaruratan? Apa yang hanya bisa dilakukan oleh tentara di situasi ini dan tidak bisa dilakukan oleh otoritas sipil?” tanya Wirya. 

Ia juga menilai langkah tersebut lebih terlihat sebagai pembenaran untuk merealisasikan “penambahan batalyon” TNI dan perluasan keberadaan tentara di berbagai penjuru Indonesia.

Di samping itu, Wirya mengingatkan bahwa pelibatan militer dalam urusan sipil khususnya yang berkaitan dengan objek vital nasional berpotensi mengaburkan batas kewenangan dan mendorong militerisasi ruang publik.

“Tentu kebijakan ini dapat berdampak pada meningkatnya risiko pelanggaran terhadap kebebasan sipil, termasuk hak berkumpul dan berekspresi bagi masyarakat di sekitar instalasi strategis yang dijaga militer,” tutur Wirya.

“TNI tidak dirancang sebagai institusi penegak hukum yang tunduk pada prinsip proporsionalitas, akuntabilitas, serta mekanisme pengawasan sipil yang ketat,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Wirya mengingatkan akan pengalaman sejarah seperti di Tanah Papua dan Aceh pada masa Darurat Operasi Militer (DOM), di mana keterlibatan militer luas di wilayah non-militer terbukti meningkatkan risiko praktik intimidasi, kekerasan berlebihan, dan impunitas. “Apa Indonesia sedang menyiapkan diri untuk kembali ke masa tersebut?” pungkasnya. (Dev/P-2) 

Read Entire Article