Suka Duka Cecep, 30 Tahun Lebih Mengajar di Wilayah Terpencil Cianjur

3 days ago 4
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Suka Duka Cecep, 30 Tahun Lebih Mengajar di Wilayah Terpencil Cianjur SATU-SATUNYA: SDN Ciakar merupakan satu-satunya sekolah yang ada di Desa Girimukti Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.(MI/Benny Bastiandi)

INGATAN Cecep kembali lagi ke tahun 80-an saat ia baru lulus sekolah menegah atas. Saat itu, Cecep yang merupakan warga asli Kampung Ciakar Desa Girimukti, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tak pernah kepikiran bakal menjadi seorang guru.

Namun, trah orangtuanya yang memang berprofesi sebagai guru pada akhirnya membawa Cecep harus bergelut di dunia pendidikan. Kini, di usianya yang sudah menginjak 59 tahun, Cecep masih aktif mengajar di SDN Ciakar yang merupakan satu-satunya sekolah di tempat tinggalnya. 

Dihubungi melalui sambungan telepon, Cecep menyebutkan, SDN Ciakar kali pertama beroperasi pada 1986. Bangunan sekolah berdiri di lahan wakaf milik kakeknya.

Wilayah itu terbilang sangat terpencil karena berada di daerah pelosok di selatan Kabupaten Cianjur. Secara geografis, Desa Ciakar berada di kawasan perbukitan yang wilayahnya berbatasan dengan tempat kelahiran pedangdut Lesti Kejora di Desa Cikangkareng, Kecamatan Cibinong.

Akses yang cukup sulit dan infrastruktur yang tak memadai menjadi 'makanan' sehari-hari bagi Cecep saat kali pertama mengajar di SDN Ciakar. Hingga kini pun, akses ke lokasi cukup sulit meskipun secara infrastruktur setahap demi setahap mulai dibangun.

"Dulu memang sangat terbatas. Akses, infrastruktur, maupun sarana dan prasarana," kata Cecep, Selasa (25/11). 

Namun, Cecep yang memiliki darah mengajar dari orangtuanya, tetap konsisten membantu mengajar di sekolah tersebut. Apalagi, siswa di SDN Ciakar mayoritas merupakan warga sekitar.

"Wilayah kami memang berada terpencil di pelosok. Daerahnya berada di perbukitan. Wajar kalau banyak tertinggal," ucapnya.

Tak terasa, sudah hampir 30 tahun lebih Cecep mendedikasikan hidupnya di SDN Ciakar. Banyak sudah suka dan duka yang dirasakannya mengajar selama rentang waktu tersebut.

"Sukanya, saya termotivasi terus mengajar karena semangat anak-anak yang ingin bersekolah. Meskipun hidup di daerah terpencil, tetapi semangat belajar mereka sangat tinggi. Tak jarang ada siswa yang jarak dari rumah ke sekolah itu sangat jauh," tutur dia.

Sebaliknya, Cecep pun merasakan betul berbagai kendala yang dihadapi hidup di wilayah pelosok. Terutama soal akses dan infrastruktur, apalagi saat ada kegiatan di luar wilayah. 

Cecep mengaku sempat mengusulkan pembuatan jembatan permanen di aliran Sungai Cibengang untuk mempercepat akses bagi siswa. Dengan panjang jembatan sekitar 100 meter, diperkirakan biaya yang diperlukan mencapai kisaran Rp2 miliar.

"Jembatan ini untuk mempercepat akses ke sekolah. Bisa memangkas perjalanan sekitar 3-4 kilometer," ungkap Cecep.

Sebelum diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) pada 2004, kata Cecep, secara kesejahteraan bisa dikatakan sebagai guru belum cukup memadai. Namun, lanjutnya, hal itu terobati melihat semangat belajar anak didiknya yang harus menempuh perjalanan jauh ke sekolah dengan medan geografis yang cukup terjal. 

"Jadi, saya bukan lagi berbicara soal upah (gaji), melainkan bagaimana bisa mencerdaskan anak-anak di sini dari pendidikannya," tegas Cecep.

Saat ini jumlah siswa di SDN Ciakar sekitar 50 orang. Cecep pun menaruh harapan berbagai mimpi dan keinginan meningkatkan indeks pendidikan di wilayahnya bisa terwujud.

Apalagi, dalam waktu dekat Cecep bakal segera memasuki masa purnatugas alias pensiun. 

"Namanya pendidikan, mau itu di kota atau di kampung tentu harus sama. Harus setara," pungkasnya. (BB/E-4)

Read Entire Article