SATU-SATUNYA: SDN Ciakar merupakan satu-satunya sekolah yang ada di Desa Girimukti Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.(MI/Benny Bastiandi)
INGATAN Cecep kembali lagi ke tahun 80-an saat ia baru lulus sekolah menegah atas. Saat itu, Cecep yang merupakan warga asli Kampung Ciakar Desa Girimukti, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tak pernah kepikiran bakal menjadi seorang guru.
Namun, trah orangtuanya yang memang berprofesi sebagai guru pada akhirnya membawa Cecep harus bergelut di dunia pendidikan. Kini, di usianya yang sudah menginjak 59 tahun, Cecep masih aktif mengajar di SDN Ciakar yang merupakan satu-satunya sekolah di tempat tinggalnya.
Dihubungi melalui sambungan telepon, Cecep menyebutkan, SDN Ciakar kali pertama beroperasi pada 1986. Bangunan sekolah berdiri di lahan wakaf milik kakeknya.
Wilayah itu terbilang sangat terpencil karena berada di daerah pelosok di selatan Kabupaten Cianjur. Secara geografis, Desa Ciakar berada di kawasan perbukitan yang wilayahnya berbatasan dengan tempat kelahiran pedangdut Lesti Kejora di Desa Cikangkareng, Kecamatan Cibinong.
Akses yang cukup sulit dan infrastruktur yang tak memadai menjadi 'makanan' sehari-hari bagi Cecep saat kali pertama mengajar di SDN Ciakar. Hingga kini pun, akses ke lokasi cukup sulit meskipun secara infrastruktur setahap demi setahap mulai dibangun.
"Dulu memang sangat terbatas. Akses, infrastruktur, maupun sarana dan prasarana," kata Cecep, Selasa (25/11).
Namun, Cecep yang memiliki darah mengajar dari orangtuanya, tetap konsisten membantu mengajar di sekolah tersebut. Apalagi, siswa di SDN Ciakar mayoritas merupakan warga sekitar.
"Wilayah kami memang berada terpencil di pelosok. Daerahnya berada di perbukitan. Wajar kalau banyak tertinggal," ucapnya.
Tak terasa, sudah hampir 30 tahun lebih Cecep mendedikasikan hidupnya di SDN Ciakar. Banyak sudah suka dan duka yang dirasakannya mengajar selama rentang waktu tersebut.
"Sukanya, saya termotivasi terus mengajar karena semangat anak-anak yang ingin bersekolah. Meskipun hidup di daerah terpencil, tetapi semangat belajar mereka sangat tinggi. Tak jarang ada siswa yang jarak dari rumah ke sekolah itu sangat jauh," tutur dia.
Sebaliknya, Cecep pun merasakan betul berbagai kendala yang dihadapi hidup di wilayah pelosok. Terutama soal akses dan infrastruktur, apalagi saat ada kegiatan di luar wilayah.
Cecep mengaku sempat mengusulkan pembuatan jembatan permanen di aliran Sungai Cibengang untuk mempercepat akses bagi siswa. Dengan panjang jembatan sekitar 100 meter, diperkirakan biaya yang diperlukan mencapai kisaran Rp2 miliar.
"Jembatan ini untuk mempercepat akses ke sekolah. Bisa memangkas perjalanan sekitar 3-4 kilometer," ungkap Cecep.
Sebelum diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) pada 2004, kata Cecep, secara kesejahteraan bisa dikatakan sebagai guru belum cukup memadai. Namun, lanjutnya, hal itu terobati melihat semangat belajar anak didiknya yang harus menempuh perjalanan jauh ke sekolah dengan medan geografis yang cukup terjal.
"Jadi, saya bukan lagi berbicara soal upah (gaji), melainkan bagaimana bisa mencerdaskan anak-anak di sini dari pendidikannya," tegas Cecep.
Saat ini jumlah siswa di SDN Ciakar sekitar 50 orang. Cecep pun menaruh harapan berbagai mimpi dan keinginan meningkatkan indeks pendidikan di wilayahnya bisa terwujud.
Apalagi, dalam waktu dekat Cecep bakal segera memasuki masa purnatugas alias pensiun.
"Namanya pendidikan, mau itu di kota atau di kampung tentu harus sama. Harus setara," pungkasnya. (BB/E-4)

3 days ago
4

























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352887/original/013654100_1758144467-AP25260720491829.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4757356/original/067911600_1709187898-20240229-Bayi_Tahun_Kabisat-HER_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5365763/original/083910100_1759205804-forummmz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365457/original/065733600_1759191676-ZZZ_Lucia_Combat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363907/original/014665300_1758988648-000_76Y74T9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3380737/original/042829200_1613651275-20210218-Pelatihan-Memandikan-Bayi-bagi-Ibu-Baru-herman-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325970/original/059384700_1756056711-000_72CF2LG.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366602/original/044891100_1759247254-Ringkasan_Fitur_Baru_Live_Photos_WhatsApp.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368069/original/029796200_1759335348-IMG_20251001_174918_465.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366659/original/028321500_1759267918-Bayern-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363054/original/028232900_1758880182-Hipcon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365512/original/026460700_1759199262-KISCC_2025.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4752959/original/094993100_1708917074-AP24056660079487.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365460/original/007445600_1759192162-Zenless_Zone_Zero_versi_23_01_.jpg)