Teman Setara: Mengenal Lebih Dekat Budaya Teman-teman Tuli

1 month ago 14
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Mengenal Lebih Dekat Budaya Teman-teman Tuli Hari Bahasa Isyarat Internasional 2025(MI/Iko)

DALAM rangka memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional 2025, roadshow Teras Perwira digelar di tiga kota besar, yakni Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Kegiatan ini menghadirkan lokakarya bahasa isyarat sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat budaya teman-teman Tuli, mulai dari cara berkomunikasi hingga identitas yang melekat pada komunitas tersebut.

Acara ini dihadiri oleh Rivana Mezaya, Director of Digital and Sustainability Grab Indonesia, dan berkolaborasi dengan GERKATIN (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia), PUSBISINDO (Pusat Bahasa Isyarat Indonesia), serta Konekin (Koneksi Indonesia Inklusif).

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk menumbuhkan semangat menjadi teman komunikasi, teman empati, dan teman kolaborasi dalam membangun ekosistem yang lebih inklusif.

Salah satu pengajar PUSBISINDO, Laura Lesmana, membagikan sejumlah wawasan mengenai Deaf Culture (Budaya Tuli) yang diterjemahkan oleh juru bahasa isyarat. Berikut poin-poin utama yang disampaikan:

Bahasa Isyarat sebagai Hak dan Identitas

Bahasa isyarat merupakan hak dasar teman-teman Tuli dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas mereka. Bahasa ini berbeda dengan bahasa lisan karena menggunakan modalitas visual-gestural: menerima informasi lewat penglihatan, lalu mengekspresikannya dengan gerakan tangan, ekspresi wajah, dan tubuh.

Meski berbeda dari bahasa lisan yang berbasis audio-vokal, keduanya sama-sama memiliki struktur, tata bahasa, serta kedudukan yang setara.

Nama Panggilan (Name Sign)

Dalam budaya Tuli, setiap individu biasanya memiliki nama panggilan atau identitas visual khusus yang diberikan oleh komunitas. Nama ini digunakan untuk merujuk seseorang tanpa perlu memanggil secara vokal.

Misalnya, seseorang bernama Laura dipanggil dengan gerakan tertentu yang menjadi identitas uniknya. Identitas ini menjadi simbol kedekatan sekaligus cara unik untuk memanggil seseorang.

Cara Memanggil

Karena komunikasi vokal tidak bisa dilakukan, cara memanggil teman Tuli dilakukan melalui isyarat visual. Komunikasi dilakukan melalui isyarat visual, misalnya menepuk bahu, melambaikan tangan, atau mendekati orang yang dituju. Hal ini memastikan pesan tersampaikan tanpa mengandalkan suara.

Kontak Mata

Kontak mata sangat penting dalam komunikasi karena bahasa isyarat membutuhkan keterhubungan visual yang langsung. Tanpa kontak mata, interaksi akan sulit dilakukan.

Berbeda dengan orang dengar tanpa kontak mata dapat berkomunikasi, teman Tuli membutuhkan fokus tatapan langsung agar percakapan bisa berjalan efektif.

Jarak Interaksi

Saat berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat, jarak juga berperan penting. Jarak yang terlalu dekat bisa membuat gerakan tidak nyaman atau terhalang, sementara jarak yang terlalu jauh membuat visual sulit terbaca.

Umumnya, ada jarak “nyaman” yang memungkinkan percakapan lancar sekitar 40 cm. Namun, dalam situasi khusus jarak bisa sangat berdekatan seperti hubungan personal (pasangan, keluarga dekat) atau kondisi berdesakan. 

Bunyi

Teman Tuli tidak selalu menyadari suara yang ditimbulkan dalam aktivitas sehari-hari, seperti menutup pintu keras atau saat makan. Hal ini wajar karena keterbatasan pendengaran, dan penting dihargai oleh orang dengar sekaligus saling menyesuaikan dalam suatu ruang komunikasi.

Melalui Video Call

Perkembangan teknologi kini memperkecil hambatan komunikasi. Fitur video call dalam media sosial, memudahkan interaksi antara teman Tuli dan orang lain. Teknologi ini dapat membantu siapa pun untuk berinteraksi dengan teman Tuli. 

Seni Tuli (Deaf Art)

Budaya Tuli juga tercermin dalam karya seni. Salah satu tokoh penting adalah Betty G. Miller dari Amerika Serikat yang dikenal sebagai pelopor Deaf Art. Di Indonesia, hal ini tercermin dalam komik-komik media sosial seperti Si Unyu Comics.

Laura menegaskan bahwa sebutan “Tuli” bukanlah kata yang kasar, melainkan identitas dan simbol kebanggaan. 

"Kata tuli ini bukan kata yang kasar. Tuli ini merupakan identitas kami," ucap Laura Lesmana yang diterjemahkan oleh juru bahasa isyarat.

Read Entire Article