Walhi : Pemicu Utama Banjir Bandang di Sumut bukan Cuaca Ekstrem, melainkan Kerusakan Hutan Batang Toru

2 months ago 23
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Pemicu Utama Banjir Bandang di Sumut bukan Cuaca Ekstrem, melainkan Kerusakan Hutan Batang Toru Warga melintas di area rumah yang rusak akibat banjir bandang di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025(ANTARA FOTO/Yudi Manar/sgd)

DIREKTUR Eksekutif WALHI Sumatra Utara Rianda Purba menegaskan bahwa banjir bandang di Sumatra Utara (Sumut) tidak semata-mata dipicu cuaca ekstrem. Menurutnya, kerusakan hutan dan alih fungsi kawasan di ekosistem Batang Toru menjadi faktor utama yang memperparah bencana.

“Pemicu utamanya bukan cuaca ekstrem. Pemicu utamanya adalah kerusakan hutan dan alih fungsi lahan dari hutan menjadi non-hutan, baik dari sisi hukum maupun fakta,” kata Rianda dalam konferensi pers, Senin (1/12). 

Ia menyebut, dalam 10 tahun terakhir lebih dari 2.000 hektare hutan di kawasan Batang Toru rusak akibat berbagai investasi dan perubahan peruntukan kawasan hutan.

Rianda menyoroti perubahan status kawasan melalui SK 579/2014 yang mengubah sebagian ekosistem Batang Toru menjadi APL (Areal Penggunaan Lain). Perubahan itu, menurutnya, membuka jalan bagi investasi seperti PLTA NSHE Batang Toru, perluasan tambang emas Martabe, hingga konsesi TPL dan perkebunan sawit.

“Pemerintah seenaknya saja mengubah peruntukan lahan hutan menjadi non-hutan,” ujarnya.

WALHI menyebut kawasan paling kritis berada di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, serta Kabupaten Tapanuli Selatan, terutama Kecamatan Batang Toru. Aktivitas PLTA dan tambang emas disebut merusak badan sungai serta memutus koridor satwa liar, termasuk orangutan Tapanuli dan harimau Sumatra.

“Pertambangan emas itu tepat berada di sebelah Sungai Batang Toru. Di sisi lain ada Sungai Garoga. Dua sungai itu hulunya berasal dari wilayah-wilayah yang sudah rusak. Kerusakan itu bukan alami, tapi dirusak oleh aktivitas tambang dan pembangunan PLTA,” kata Rianda.

Ia juga menyoroti kerusakan tutupan hutan di Kecamatan Sipirok akibat alih fungsi hutan menjadi kebun eucalyptus melalui skema kemitraan antara masyarakat dan perusahaan. Menurutnya, status kawasan yang diubah menjadi APL membuat hutan alami semakin rentan dibuka.

Selain kerusakan di Tapanuli, WALHI turut mencatat dampak parah di wilayah pesisir Langkat. Desa Kuala Serapuh dan sejumlah permukiman di Besitang dilaporkan tenggelam tanpa bantuan memadai selama beberapa hari. 

“Di Langkat ada desa yang lima hari tanpa pasokan makanan. Mereka bahkan belum terdata sebagai korban terdampak,” kata Rianda.

Ia menjelaskan, hulu DAS di wilayah pesisir Langkat berasal dari kawasan Taman Nasional Gunung Leuser yang juga mengalami pembukaan lahan untuk kebun sawit selama satu dekade terakhir.

Rianda menambahkan, pada 26–27 November komunikasi dengan jejaring WALHI di Sibolga, Tapanuli Tengah hingga Tapanuli Selatan sempat terputus akibat listrik dan jaringan telekomunikasi padam. 

“Teman-teman baru bisa dihubungi tanggal 28 setelah memperoleh sinyal dari Starlink yang disediakan pemerintah kabupaten,” ujarnya. (H-4)

Read Entire Article