Asteroid Raksasa Diprediksi Tabrak Bulan 2032, Apakah Berdampak pada Bumi?

13 hours ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Fenomena bulan purnama besar (supermoon) terlihat dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (17/10/2024). Foto: Arnas Padda/ANTARA FOTO

Di tahun 2032 mendatang, Bulan mungkin benar-benar akan memperlihatkan sisi terangnya jika sebuah asteroid berdiameter sekitar 60 meter menghantam permukaannya.

Peluangnya memang masih relatif kecil, sekitar 4 persen. Namun angka itu cukup signifikan untuk membuat para ilmuwan mulai bersiap, baik menghadapi sisi buruknya yang berisiko besar terhadap satelit dan hujan meteor ke Bumi, maupun sisi baiknya, yakni menyaksikan fenomena langka seumur hidup dan bisa menjadi bahan studi mempelajari geologi, seismologi, hingga komposisi kimia Bulan secara langsung.

Sebuah makalah baru yang ditulis Yifan He dari Tsinghua University bersama rekan-rekannya, dan dirilis sebagai preprint di arXiv, mengulas potensi berkah ilmiah jika tabrakan tersebut benar-benar terjadi.

Menurut perhitungan, asteroid 2024 YR4 memiliki peluang 4 persen untuk menabrak Bulan pada 22 Desember 2032. Jika itu terjadi, energi yang dilepaskan setara dengan menghantam Bulan menggunakan senjata termonuklir berukuran sedang.

Dampaknya diperkirakan enam tingkat magnitudo lebih kuat dibanding tumbukan besar terakhir di Bulan pada 2013, yang kala itu disebabkan oleh meteoroid jauh lebih kecil.

Dilansir Science Alert, bagi para fisikawan yang meneliti tabrakan berenergi tinggi, peristiwa ini bisa menjadi anugerah tak terduga. Selama ini mereka hanya bisa mengandalkan simulasi komputer. Mengamati tumbukan nyata secara langsung akan menghasilkan data aktual yang nyaris mustahil diperoleh dengan cara lain.

Posisi asteroid 2024 YR4. Foto: ESA Orbit Visualization Tool

Benturan tersebut akan menguapkan batuan Bulan dan membentuk plasma. Peristiwa ini bahkan diperkirakan bisa terlihat jelas dari wilayah Samudra Pasifik, yang saat itu sedang berada di sisi malam Bumi.

Tak hanya itu, berhari-hari setelah tumbukan, kolam material cair hasil benturan masih akan mendingin. Kondisi ini memungkinkan teleskop inframerah seperti James Webb Space Telescope mengamati proses pendinginan tersebut, sekaligus mempelajari bagaimana kawah di Bulan benar-benar terbentuk.

Para peneliti memperkirakan kawah yang tercipta akan memiliki diameter sekitar 1 kilometer dengan kedalaman 150 hingga 260 meter, serta kolam batuan cair setebal 100 meter di bagian tengahnya. Membandingkan kawah baru ini dengan kawah-kawah lain di Bulan akan membantu ilmuwan memahami sejarah bombardemen benda langit terhadap satelit alami Bumi tersebut.

Dampak asteroid juga diprediksi memicu “gempa Bulan” global dengan magnitudo sekitar 5,0 yang akan menjadi gempa Bulan terkuat yang pernah terdeteksi oleh seismometer. Dalam beberapa tahun ke depan, ketika berbagai badan antariksa kembali menempatkan instrumen ilmiah di Bulan, data seismik dari peristiwa ini akan sangat berharga.

Mengamati bagaimana gelombang gempa menyebar di dalam Bulan akan membuka tabir struktur interiornya, tanpa perlu melakukan ledakan buatan.

Potongan puzzle ilmiah terakhir datang dari puing-puing hasil tumbukan. Diperkirakan hingga 400 kilogram material Bulan akan bertahan melewati atmosfer Bumi dan jatuh sebagai meteor. Ini secara tak langsung menjadi misi pengembalian sampel Bulan skala besar, meski material tersebut kemungkinan hangus saat masuk atmosfer.

Bagi yang pernah menonton serial Andor episode The Eye atau membaca novel Read Entire Article