Inflasi Emas: 'Redefinisi' Muzakki dan Tantangan Baru Dunia Zakat

6 hours ago 5
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ilustrasi bayar zakat dengan uang. Foto: Shutterstock

Kenaikan harga emas dalam beberapa tahun terakhir bukan sekadar isu investasi atau lindung nilai aset. Bagi dunia zakat, inflasi emas menghadirkan tantangan struktural yang jarang dibahas secara serius. Sebagai instrumen utama dalam penentuan nisab zakat, emas memiliki posisi sentral dalam menentukan siapa yang wajib menunaikan zakat (muzakki) dan siapa yang berhak menerimanya (mustahik).

Ketika harga emas melonjak signifikan, standar muzakki ikut terdorong naik, dan di sinilah problem baru bagi lembaga zakat mulai muncul.

Dalam fikih zakat, nisab zakat harta, termasuk zakat maal dan zakat penghasilan, umumnya disandarkan pada nilai 85 gram emas. Artinya, seseorang baru berkewajiban membayar zakat jika kekayaan atau pendapatannya setara atau melebihi nilai tersebut dalam waktu satu tahun (haul).

Ketika harga emas relatif stabil, standar ini bekerja cukup adil dan proporsional. Namun, dalam kondisi inflasi emas yang tinggi, seperti yang terjadi hingga akhir Januari 2026 nilai rupiah dari 85 gram emas melonjak tajam, sering kali jauh melampaui pertumbuhan pendapatan masyarakat secara riil.

Akibatnya, terjadi paradoks zakat. Di satu sisi, secara ekonomi banyak individu telah memiliki pendapatan yang secara sosial dapat dikategorikan “mapan” atau bahkan “menengah atas”. Namun di sisi lain, secara fikih mereka belum memenuhi nisab zakat karena standar emas yang terus naik.

Bagi lembaga zakat, penyempitan basis muzakki ini bukan persoalan teknis semata, melainkan tantangan strategis. Selama ini, narasi penguatan zakat nasional bertumpu pada potensi zakat yang besar, bahkan sering disebut mencapai ratusan triliun rupiah per tahun.

Namun potensi tersebut sebagian besar dihitung dengan asumsi bahwa pertumbuhan muzakki akan sejalan dengan pertumbuhan kelas menengah. Ketika standar nisab melonjak akibat inflasi emas, asumsi ini menjadi rapuh.

Tantangan berikutnya adalah problem persepsi dan keadilan sosial. Banyak masyarakat yang secara moral merasa mampu dan ingin berzakat, tetapi secara hitung-hitungan nisab dinyatakan belum wajib. Di sisi lain, lembaga zakat tidak mungkin memaksakan kewajiban zakat di luar ketentuan syariah yang baku.

Ketegangan antara kesadaran sosial dan standar fikih ini berpotensi menurunkan partisipasi zakat formal, dan mendorong masyarakat memilih sedekah langsung tanpa melalui lembaga.

Inflasi Emas dan Dampaknya Bagi Penghimpunan Zakat

Inflasi emas juga berdampak pada zakat penghasilan yang selama ini menjadi tulang punggung penghimpunan zakat modern. Banyak lembaga zakat menetapkan nisab zakat penghasilan dengan pendekatan bulanan, yaitu nilai 85 gram emas dibagi 12 bulan. Ketika harga emas naik tajam, batas gaji bulanan yang wajib zakat ikut melambung.

Akibatnya, sejumlah muzakki “keluar” dari kewajiban zakat, meskipun biaya hidup mustahik justru semakin meningkat akibat inflasi umum.

Di sinilah ironi terbesar terjadi. Pada saat kebutuhan mustahik meningkat, baik karena kenaikan harga pangan, pendidikan, maupun kesehatan, kapasitas penghimpunan zakat justru tertekan. Lembaga zakat berada di posisi serba sulit: kebutuhan distribusi meningkat, sementara sumber dana berpotensi menyusut.

Jika tidak diantisipasi, kondisi ini dapat melemahkan peran zakat sebagai instrumen redistribusi dan pengentasan kemiskinan. Tantangan lainnya adalah ketimpangan antara wilayah. Di daerah perkotaan dengan tingkat pendapatan tinggi, kenaikan nisab mungkin masih bisa ditoleransi.

Namun di daerah semiurban dan perdesaan, di mana pendapatan masyarakat jauh di bawah rata-rata nasional, inflasi emas praktis “menghapus” potensi muzakki lokal. Lembaga zakat daerah menjadi semakin berat tantangannya, bahkan dalam jangka panjang dapat melemahkan kemandirian ekosistem zakat lokal.

Menghadapi situasi ini, dunia zakat tidak cukup hanya bersikap defensif dengan mengatakan “ini sudah ketentuan syariah”. Dibutuhkan ijtihad kelembagaan dan inovasi pendekatan, tanpa melanggar prinsip dasar fikih...

Read Entire Article