Warek Undip Soroti Rendahnya Minat Siswa di Jurusan STEM: Dari 500 Tak Sampai 5

12 hours ago 17
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Gedung Kampus UNDIP, di Semarang. Foto: ARIO MARSHALL/Shutterstock

Wakil Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Heru Susanto menyoroti rendahnya minat siswa sekolah menengah atas (SMA) terhadap jurusan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

Dari ratusan siswa yang mendapat sosialisasi STEM, jumlah yang berminat masuk jurusan STEM tidak lebih dari lima orang.

“Ada satu fakta data yang ini terjadi kalau kebetulan kami itu interaksi dengan siswa-siswa kelas 3 SMA yang mau masuk perguruan tinggi. Kalau misalkan kami menyampaikan sesuatu kepada 300 siswa inilah. 300 bahkan 500 (siswa). Ketika kita tanya, ‘Dari sekian siapa yang mau masuk jurusan Fisika?’ Tidak lebih dari 5,” jelas Heru dalam rapat dengar pendapat Rektor PTN dan PTS dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2).

“Dari 500 orang ketika kita tanya, ‘Dari sekian orang yang ingin masuk Fisika siapa?’ Enggak ada lima orang. Sama. Ketika kita tanya, ‘Yang mau masuk Kimia berapa?’ Lima orang juga enggak ada. Biologi begitu, Matematika begitu. Yang paling banyak apa? Kedokteran. Yang paling banyak apa? Hukum. Yang paling banyak apa? Bisnis digital,” lanjutnya.

Rapat dengar pendapat Komisi X dengan Rektor Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan mengapa kebijakan pemberian beasiswa perlu memberikan prioritas pada bidang STEM.

“Nah, ini sesuatu yang memang barangkali keberpihakan kita harus di sana. Sehingga kenapa kemudian kita memberikan beasiswa. Bayangkan seandainya tidak diberikan beasiswa. Maka apa yang terjadi kemudian? Ketidaktertarikan pada STEM itu akan semakin lama semakin berkurang,” katanya.

Meski demikian, Heru menegaskan keberpihakan terhadap STEM tidak boleh dimaknai sebagai bentuk diskriminasi terhadap bidang non-STEM. Kebijakan tersebut lahir dari keterbatasan sumber daya yang dimiliki negara.

“Dalam pandangan saya berpihak itu bukan berarti mendiskriminasi. Hal kedua yang harus kita perhatikan yang pertama adalah apakah resources kita terbatas atau tidak. Kalau resources kita tidak terbatas, maka ya sudah semuanya sama. STEM, non-STEM semua beasiswa jumlahnya misalkan Rp 50 miliar, Rp 50 miliar semua,” ungkap Heru.

Perlu Ada Prioritas

Heru menambahkan, ketika sumber daya terbatas, pemerintah perlu menentukan prioritas berdasarkan tujuan pembangunan jangka pendek, menengah, dan panjang.

“Persoalannya kan kita punya resources terbatas. Sehingga kemudian harus ada prioritas. Prioritas ini tentu akan sangat ditentukan dengan tujuan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Itu menurut saya,” jelas dia.

Heru menekankan, meskipun STEM penting, peran bidang non-STEM tetap krusial dalam menentukan arah kebijakan dan pengelolaan.

“Kata kuncinya adalah ketika kita berpihak bukan berarti mendiskriminasi. Toh pada akhirnya, sehebat apapun STEM, yang menentukan itu Non-STEM. Manajemennya seperti apa. Policy-nya seperti apa gitu,” tutur Heru.

Sejumlah mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Dokter Spesialis Keliling (Speling) di Muladi Dome UNDIP, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/8/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Karena itu, menurutnya, porsi beasiswa antara STEM dan non-STEM dapat diatur secara proporsional sesuai kebutuhan dan kondisi.

“Makanya kalau dalam konteks pemberian beasiswa dan sebagainya, mungkin dalam konteks jangka pendek memang perlu berpihak pada STEM. Ini pandangan kami. Tapi mohon dicatat lagi-lagi berpihak itu bukan berarti mendiskriminasi. Ya artinya bisa 60:40, 70:30, 80:20, itu tentu sangat tergantung pada jangka pendeknya seperti apa,” kata Heru.

Read Entire Article