100 Hektare Padi di Tuban Puso Diterjang Banjir, Petani Rugi Besar

5 days ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
100 Hektare Padi di Tuban Puso Diterjang Banjir, Petani Rugi Besar Sedikitnya 100 hektare lahan pembibitan dan tanaman padi di sejumlah desa di Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, puso.(MI/M Yakub )

SEDIKITNYA 100 hektare lahan pembibitan dan tanaman padi di sejumlah desa di Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, puso setelah berhari-hari terendam banjir. Bencana ini dipicu curah hujan tinggi yang diperparah luapan Avour Kuwu akibat saluran tersumbat dan belum berfungsinya pintu air.

Genangan air terus meninggi karena aliran Avour Kuwu tidak lancar, menyusul mangkraknya pembangunan pintu air. Akibatnya, tanaman padi berusia 45-60 hari setelah tanam (HST) mati dan membusuk di sawah.

“Sejak awal tanam sampai umur 30 hari, padi sudah sering terendam,” ujar Sunardi (50), petani Desa Kedungrojo, Kecamatan Plumpang, Senin (26/1).

Awalnya, banjir hanya menggenangi sawah di wilayah timur Desa Cangkring dengan ketinggian sekitar setengah tanaman. Namun hujan berintensitas tinggi yang turun terus-menerus membuat genangan naik hingga menutup seluruh tanaman.

“Sekarang padi di timur kampung sudah puso dan gagal panen. Kami pasrah, Mas,” keluh Sunardi.

Total lahan terdampak tersebar di Desa Cangkring, Plumpang, Kedungrojo, Kunir, dan Bandungrejo, dengan kerusakan terparah di Desa Cangkring yang mencapai hampir 40 hektare.

Kondisi ini membuat petani mengalami kerugian besar dan terancam tidak bisa melanjutkan musim tanam berikutnya karena kehabisan modal. Mereka berharap adanya bantuan dari pemerintah.

“Padi kami mati membusuk karena terendam banjir,” kata Wardi (43), petani Desa Cangkring, terpisah.

Menurut Wardi, banjir telah terjadi sejak awal musim hujan. Meski menyadari risiko gagal panen cukup tinggi, sebagian petani tetap menanam karena desakan kebutuhan ekonomi.

Ia menambahkan, wilayah timur desanya merupakan dataran terendah yang menjadi titik kumpul aliran air dari berbagai kawasan, termasuk dari wilayah utara dan barat.

“Kalau semua petani menanam di musim hujan seperti ini, bisa lebih dari 100 hektare padi yang puso,” ujarnya.

Luapan Avour Kuwu yang tidak berfungsi optimal disebut telah menjadi persoalan hampir tujuh tahun terakhir. Petani pun mempertanyakan lambannya penyelesaian proyek Pintu Air Rawa Jabung yang hingga kini belum juga rampung.

Akibatnya, banjir tahunan terus berulang dan mengancam ratusan hektare lahan produktif. Petani mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret dengan menuntaskan pembangunan Pintu Air Rawa Jabung di hilir Avour Kuwu, tepatnya di Desa Simorejo, Kecamatan Widang,  agar dampak banjir dapat diminimalisir. (Z-10)

Read Entire Article