Alih Izin ke Danantara Dinilai Lemahkan Penegakan Hukum Lingkungan

4 days ago 9
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Alih Izin ke Danantara Dinilai Lemahkan Penegakan Hukum Lingkungan Operator alat berat jenis ekskavator milik Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan PT Hutama Karya saat pengerjaan normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Alas pascabencana banjir bandang di Desa Jambur Lak-Lak, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, Aceh, Selasa ((Antara/Irwansyah Putra)

GREENPEACE Indonesia menilai rencana pengalihan izin 28 perusahaan yang dicabut oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) kepada Danantara sebagai preseden buruk bagi penegakan hukum lingkungan. Alih-alih menjadi langkah korektif atas kerusakan hutan dan bencana ekologis, kebijakan tersebut dinilai berpotensi mencuci dosa kejahatan korporasi dan melanggengkan praktik perusakan lingkungan.

Juru Kampanye Greenpeace Indonesia Rio Rompas menyebut, dengan langkah itu pencabutan izin tidak diarahkan untuk menindak kelalaian perusahaan yang terbukti merusak lingkungan dan memicu bencana, melainkan menjadi siasat negara untuk mengambil alih kontrol usaha dan mengalihkannya ke entitas lain.

"Sudah kami prediksi bahwa izin yang dicabut akan diberikan atau dikelola oleh Danantara, seperti kasus sawit ilegal di kawasan hutan yang diberikan kepada Agrinas Palma Nusantara," kata Rio saat dihubungi, Selasa (27/1). 

Ia menegaskan, pencabutan izin tersebut tidak disertai proses pertanggungjawaban hukum korporasi. Padahal, menurut Greenpeace, sejumlah perusahaan yang izinnya dicabut memiliki rekam jejak kelalaian pengelolaan lingkungan yang berdampak serius, termasuk banjir dan kerusakan ekosistem hutan.

"Pencabutan ini tujuannya bukan melakukan penegakan hukum atas kelalaian perusahaan dalam mengelola lingkungan yang mengakibatkan banjir, tetapi siasat Satgas PKH untuk mengambil alih kontrol perusahaan dan dialihkan kepada Danantara," ujarnya.

Rio menilai kebijakan tersebut berbahaya karena negara justru melanjutkan operasional usaha di atas kawasan yang sudah rusak tanpa penyelesaian hukum yang jelas. Dalam konteks ini, negara berisiko mengambil keuntungan ekonomi dari praktik yang sebelumnya dilakukan korporasi, tanpa pemulihan lingkungan dan tanpa keadilan bagi masyarakat terdampak.

"Ini preseden buruk bagi penegakan hukum lingkungan. Pertanggungjawaban hukum korporasi diabaikan. Negara melalui Danantara justru mencuci dosa kejahatan korporasi dengan terus melaksanakan operasional dan mendapatkan keuntungan di balik kerusakan lingkungan yang menyebabkan banjir dan merenggut ribuan nyawa," kata dia.

Greenpeace juga menyoroti absennya kewajiban pemulihan lingkungan dalam skema pengalihan izin tersebut. Menurut Rio, tanpa pemulihan ekosistem yang rusak, risiko bencana ekologis akan terus mengintai, terlebih di tengah krisis iklim yang semakin nyata.

"Tidak ada tuntutan untuk melakukan pemulihan atas kerusakan yang terjadi. Perusahaan yang izinnya dicabut justru akan terus beroperasi dengan wajah baru. Ancaman bencana ekologis akan terus terjadi di tengah krisis iklim yang sudah di depan mata," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara selaku Ketua Satgas PKH menyatakan bahwa izin dari 28 perusahaan yang dicabut akan dialihkan pengelolaannya kepada Danantara. Pemerintah menyatakan langkah tersebut diperlukan untuk menjaga keberlanjutan ekonomi dan pengelolaan kawasan. (I-2)

Read Entire Article