Jangan Semua Hal Dibilang FOMO

5 days ago 5
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ilustrasi FOMO, pilihan antara mengikuti tren atau berjalan dengan ritme sendiri. Sumber: Ai

Istilah FOMO (Fear of Missing Out) hingga sekarang kerap kali digunakan Gen z untuk mengomentari seseorang yang sedang melakukan suatu tren di media sosial. Ketika seseorang mencoba olahraga padel yang sedang hype, mendengarkan lagu yang sedang booming, atau mengikuti aktivitas yang ramai dibicarakan, tak jarang langsung muncul komentar, “ih kamu FOMO banget”. Padahal, bisa saja orang tersebut memang hanya ingin mencoba hal baru, sekadar penasaran, atau bahkan memang sudah menyukai hal itu sejak lama. Tapi kenapa hal sesederhana itu jadi seolah dianggap salah?

Kebiasaan melabeli segala sesuatu sebagai FOMO ini perlahan menjadi masalah. Ketika label itu dinormalisasi, orang yang sejak awal berniat murni untuk mengeksplorasi hal baru justru bisa merasa ragu, karena takut dinilai ikut-ikutan. Akhirnya, keinginan untuk mencoba pun malah batal, bukan karena tidak mau melakukannya, tapi karena takut dengan penilaian orang lain.

Lalu, sebenarnya apa makna dari FOMO itu?

FOMO atau Fear of Missing Out, yaitu rasa takut tertinggal. Kondisi dimana seseorang merasa cemas terus menerus ketika tau orang lain melakukan sesuatu yang menyenangkan atau tren dan kita tidak terlibat didalamnya. FOMO juga bisa berarti ketakutan psikologis ketika melihat pencapaian orang lain yang lebih baik darinya, seseorang akan membandingkan hidupnya dengan pencapaian orang lain, dan akhirnya merasa dirinya kurang dalam hal tersebut.

Dalam media sosial, FOMO terjadi ketika tren menjadi rujukan utama dalam mengambil keputusan, ia bukan lahir dari pertanyaan "apa sebenarnya yang saya mau", melainkan"apa yang sedang viral hari ini". Sebuah penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa 68,66% remaja mengalami tingkat FOMO tinggi, dan lebih dari 52% menunjukkan perilaku konsumtif yang berhubungan dengan FOMO. Angka ini menunjukkan bahwa FOMO bukan sekadar istilah populer, melainkan fenomena nyata yang memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan.

Misalnya, ketika minuman matcha sedang ramai dibicarakan, banyak orang ikut membeli dan memamerkannya meski sebenarnya tidak menyukai rasanya. Atau ketika suatu jurusan dianggap menjanjikan karena sedang populer, lalu dipilih tanpa benar-benar mempertimbangkan minat pribadi. Pilihan itulah yang akhirnya mencerminkan bahwa memilih arus tren lebih diutamakan daripada suara pribadi.

Dalam kondisi seperti itu, FOMO tidak hanya membuat seseorang takut tertinggal, tetapi juga dapat menjauhkan dari proses mengenal diri sendiri. Padahal seharusnya perbedaan tidak dipandang sebagai ketertinggalan, justru keberanian untuk berbeda itulah sebagai bentuk teguhnya pendirian yang sering kali lebih sulit dibanding sekadar mengikuti arus tren.

Maka, masalahnya bukan pada tren itu sendiri. Mencoba hal baru bukan sesuatu yang salah, yang menjadi persoalan disini adalah ketika tren diikuti bukan karena ketertarikan, melainkan karena rasa takut tertinggal dan dorongan untuk menyamai hidup orang lain. Orang yang suka bereksplorasi biasanya didorong oleh rasa penasaraan atau ketertarikan. Sementara pada FOMO, ia cenderung merasa cemas jika tidak mengikuti tren, jadi suka atau tidak suka ia akan tetap lakukan asalkan tidak ketinggalan tren.

Karena itu, tidak semua orang yang mengikuti tren disebut FOMO, dan tidak semua tren harus kita ikuti. Yang perlu diwaspadai adalah ketika hidup kita mulai dikendalikan oleh pencapaian orang lain, dan ketika apa yang orang lain capai terasa seperti kewajiban yang juga harus kita kejar.

Pada akhirnya, tidak semua pencapaian orang lain harus menjadi target hidup kita juga. Setiap orang punya proses, hasil, dan waktunya masing-masing. Daripada sibuk memberi label FOMO ke orang lain, mungkin lebih bagus jika kita fokus pada proses kita sendiri. Sebab, berkembang tidak selalu harus mengikuti orang lain, dan mencoba hal baru tidak selalu berarti takut tertinggal.

Read Entire Article