Minneapolis Memanas, Amerika di Titik Genting Demokrasi

3 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Patung Liberty, patung kebebasan Amerika Serikat. (Foto: Brandon Mowinkel, under the Unsplash license).

Amerika Serikat kembali berada di titik genting. Pertarungan politik yang memanas di Minneapolis—disusul tewasnya dua warga negara Amerika oleh agen federal—membuka kembali luka lama tentang rapuhnya jalinan sosial di negara yang selama ini diposisikan sebagai mercusuar demokrasi.

Peristiwa-peristiwa tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi saling terhubung dalam satu pola yang mengkhawatirkan: semakin kaburnya batas antara kontestasi politik dan kekerasan.

Ketika politik bukan lagi dipahami sebagai arena adu gagasan—melainkan medan saling menghabisi secara simbolik bahkan fisik—demokrasi kehilangan makna dasarnya.

Polarisasi ekstrem, delegitimasi institusi, dan meluasnya rasa curiga antarkelompok telah menciptakan iklim sosial yang mudah tersulut. Amerika hari ini bukan sekadar menghadapi krisis kebijakan, melainkan juga krisis kohesi sosial yang lebih dalam.

Kerumunan orang berkumpul di Jalan 26 dan Nicollet Avenue di Minneapolis pada Rabu (28/01/2026). Foto: SETH HERALD/REUTERS

Mengikuti pemberitaan media Amerika Serikat pada The New York Times berjudul “America at a Boiling Point: Deaths, Threats, Protests and a Town Hall Attack”—karya Shane Goldmacher, terbit 28 Januari 2026—muncul satu pertanyaan yang sulit dihindari: Mengapa kekerasan politik bisa tumbuh subur di negeri dengan tradisi demokrasi panjang? Pertanyaan itu semakin relevan ketika kekerasan tidak hanya menyasar warga sipil, tetapi juga wakil rakyat yang dipilih secara sah.

Politik Identitas dan Sasaran Kekerasan

Kasus penyerangan terhadap Perwakilan Rakyat Ilhan Omar, politisi Partai Demokrat dari Minnesota, menjadi simbol kuat dari eskalasi tersebut.

Dalam sebuah forum balai kota, Omar diserang oleh seorang pria yang menyemprotkan cairan berbau seperti cuka menggunakan alat suntik. Aksi itu memang tidak berujung fatal, tetapi pesan politiknya sangat jelas: ruang demokrasi tidak lagi aman.

Ilhan Omar bukan sekadar anggota Kongres. Ia adalah perempuan, Muslim, imigran, dan politisi progresif—identitas yang dalam iklim politik Amerika saat ini kerap dijadikan sasaran demonisasi.

Perwakilan AS Ilhan Omar (D-MN) berjalan ke kantornya setelah digulingkan oleh DPR pimpinan Partai Republik untuk bertugas di Komite Urusan Luar Negeri, di Capitol Hill di Washington, AS, Kamis (2/2/2023). Foto: Tom Brenner/REUTERS

Serangan terhadapnya tidak bisa dilepaskan dari politik identitas yang diproduksi dan direproduksi secara terus-menerus oleh elite maupun media partisan. Ketika lawan politik dipersepsikan sebagai ancaman eksistensial, kekerasan menjadi mudah dibenarkan, setidaknya secara moral.

Di titik ini, politik kehilangan dimensi deliberatifnya. Yang tersisa adalah logika “kita versus mereka” di mana kompromi dianggap pengkhianatan dan perbedaan dipahami sebagai bahaya.

Ancaman terhadap Wakil Rakyat sebagai Gejala Sistemik

Yang lebih mengkhawatirkan, serangan terhadap Omar bukan insiden tunggal. Pada malam yang sama, Kepolisian Capitol Amerika Serikat merilis laporan yang menunjukkan lonjakan tajam berupa ancaman terhadap anggota parlemen, keluarga, dan staf mereka.

Sepanjang tahun lalu, tercatat 14.938 kasus ancaman, melonjak drastis dari 9.474 kasus pada 2024. Angka ini mencerminkan perubahan serius dalam relasi antara warga dan institusi politik.

Ancaman yang masif menandakan erosi kepercayaan publik. Wakil rakyat bukan lagi dipandang sebagai representasi, melainkan sebagai musuh. Dalam kondisi seperti ini, fungsi parlemen sebagai ruang artikulasi kepentingan publik tertekan oleh rasa takut dan intimidasi.

Kerumunan orang berkumpul di Jalan 26 dan Nicollet Avenue di Minneapolis pada Rabu (28/...
Read Entire Article