Overwork antara Tuntutan Hidup Layak dan Ancaman K3

5 days ago 12
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ilustrasi: Gambar dibuat menggunakan Open AI yang menggambarkan overwork menyebabkan kelelahan fisik dan mental dan berdampak sistemik

(Kata kunci: Overwork, pekerja informal, K3, jam kerja panjang, hidup layak)

Pada pekan ini, headline di berbagai media nasional ramai mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa sekitar 37,3 juta orang Indonesia bekerja melebihi 49 jam per minggu, atau sekitar 9–10 jam per hari. Data ini berasal dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025 yang dirilis BPS dan kemudian dikutip oleh beberapa media massa (22/01/2026).

Bekerja terlalu lama, kini menjadi wajah keseharian jutaan pekerja di Indonesia. Kerja berlebihan tidak lagi dipersepsikan sebagai penyimpangan atau kondisi darurat, melainkan sebagai strategi rasional untuk bertahan hidup. Di tengah kenaikan biaya hidup, pendapatan yang stagnan, dan minimnya jaring pengaman sosial, satu pekerjaan sering kali tidak cukup untuk menjamin hidup layak. Jam kerja pun diperpanjang, pekerjaan dirangkap, dan waktu istirahat dikorbankan.

Fenomena ini paling nyata terlihat di sektor informal, tempat sebagian besar angkatan kerja Indonesia menggantungkan hidupnya. Pengemudi ojek daring bekerja dari pagi hingga larut malam demi mengejar target harian. Buruh bangunan harian harus melakukan lembur atau berpindah proyek tanpa kepastian upah dan perlindungan keselamatan. Pedagang kaki lima bertahan di ruang kerja yang tidak ergonomis selama belasan jam, sementara pekerja lepas dan jasa informal lain hidup dari pendapatan yang fluktuatif dan tidak menentu. Dalam semua sektor ini, tubuh pekerja menjadi modal utama sekaligus penyangga terakhir ketika sistem ekonomi gagal menyediakan perlindungan.

Ironisnya, kerja melampaui batas wajar sering kali dibungkus dengan narasi positif: kerja keras, ketangguhan, dan daya juang. Padahal, di balik jam kerja panjang tersebut tersembunyi risiko serius terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Ketika kerja berlebih menjadi prasyarat untuk hidup layak, maka keselamatan dan kesehatan tidak lagi diperlakukan sebagai hak, melainkan sebagai kemewahan.

Overwork di Sektor Informal dan Normalisasi Risiko K3

Di sektor informal, praktik kerja berlebihan tidak berdiri sendiri. Ia hadir bersamaan dengan absennya standar keselamatan kerja, minimnya alat pelindung diri, serta tidak adanya mekanisme pengendalian risiko. Dalam perspektif K3, kelelahan kerja merupakan salah satu faktor risiko paling signifikan. Tubuh yang bekerja melampaui batas fisiologisnya akan mengalami penurunan konsentrasi, refleks yang melambat, serta meningkatnya kesalahan manusia. Namun risiko ini jarang dipertimbangkan dalam keseharian pekerja informal.

Ambil contoh pengemudi ojek online. Banyak dari mereka bekerja lebih dari 10 jam sehari, sering kali tanpa jeda istirahat memadai. Mengantuk, kelelahan mental akibat tekanan target, dan paparan cuaca ekstrem menjadi kondisi rutin. Ketika kecelakaan terjadi, peristiwa itu kerap dianggap sebagai risiko individual, bukan konsekuensi dari sistem kerja yang mendorong jam kerja panjang.

Hal serupa dialami buruh bangunan harian yang bekerja di ketinggian atau lingkungan berbahaya tanpa pelatihan dan perlindungan memadai. Jam kerja panjang dalam kondisi fisik lelah meningkatkan kemungkinan kecelakaan fatal, tetapi peristiwa semacam ini jarang tercatat sebagai kecelakaan kerja resmi.

Pedagang kaki lima dan pekerja jasa informal lainnya menghadapi risiko yang lebih sunyi, tetapi tak kalah serius. Berdiri atau duduk dalam posisi yang sama selama berjam-jam, mengangkat beban berat, serta bekerja di lingkungan yang tidak memenuhi standar kesehatan perlahan memicu gangguan otot dan rangka, penyakit kronis, hingga masalah kesehatan mental. Kelelahan kronis menjadi kondisi normal, bukan lagi sinyal bahaya.

Masalahnya, sistem K3 di Indonesia masih sangat berorientasi pada sektor formal. Regulasi jam kerja, pemeriksaan kesehatan berkala, dan pengawasan keselamatan umumnya hanya menjangkau perusahaan dan tempat kerja resmi. Di luar itu, dunia kerja informal seolah berada di ruang hampa regulasi. Kecelakaan dan penyakit akibat kerja banyak yang tidak dilaporkan, tidak tercatat, dan tidak pernah diakui sebagai persoalan sistemik. Akibatnya, kerja berlebihan melahirkan krisis K3 yang senyap: risikonya nyata, tetapi tak terlihat dalam statistik.

Normalisasi jam kerja panjang juga menciptakan dilema bagi pekerja informal. Tanpa jaminan sosial, sakit berarti kehilangan penghasilan. Istirahat berarti kehilangan kesempatan bekerja. Dalam kondisi seperti ini, pilihan yang dianggap paling rasional sering kali adalah tetap bekerja meski tubuh terasa lelah. Lingkaran ini terus berulang: kerja berlebih memperparah kelelahan, meningkatkan risiko kecelakaan, dan pada akhirnya justru menurunkan kapasitas kerja jangka panjang. Produktivitas yang dihasilkan pun bersifat semu, karena dibayar dengan penurunan kualitas sumber daya manusia.

Read Entire Article