Putus Pasokan Minyak Venezuela, Donald Trump Beri Ultimatum Keras kepada Kuba

4 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Putus Pasokan Minyak Venezuela, Donald Trump Beri Ultimatum Keras kepada Kuba Donald Trump mengancam akan menghentikan total pasokan minyak dan uang dari Venezuela ke Kuba. Trump mendesak Havana segera bernegosiasi sebelum terlambat.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump meningkatkan tekanan diplomatik dan ekonomi terhadap Kuba. Dalam pernyataan terbaru, Trump mendesak pemerintah Kuba untuk segera melakukan kesepakatan dengan AS atau menghadapi konsekuensi berat, menyusul penghentian total aliran minyak dan dana dari Venezuela.

Ketegangan ini memuncak setelah pasukan AS menangkap pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro, dalam serangan di Caracas pada 3 Januari lalu. Selama ini, Venezuela diperkirakan memasok sekitar 35.000 barel minyak per hari ke Kuba. Kini, AS mulai menyita kapal-kapal tanker yang dianggap melanggar sanksi, termasuk penyitaan kapal kelima pada Jumat lalu yang memperburuk krisis energi di pulau tersebut.

Peringatan Trump di Media Sosial

Melalui unggahan di Truth Social pada hari Minggu, Trump menegaskan era ketergantungan Kuba pada Venezuela telah berakhir. Selama bertahun-tahun, Kuba diketahui menyediakan layanan keamanan bagi kepemimpinan Venezuela sebagai imbalan atas dukungan energi.

"Kuba hidup, selama bertahun-tahun, dari sejumlah besar MINYAK dan UANG dari Venezuela. Sebagai imbalannya, Kuba menyediakan 'Layanan Keamanan' bagi dua diktator Venezuela terakhir, TAPI TIDAK LAGI!" tulis Trump. "TIDAK AKAN ADA LAGI MINYAK ATAU UANG YANG PERGI KE KUBA - NOL! Saya sangat menyarankan agar mereka membuat kesepakatan, SEBELUM TERLAMBAT."

Trump juga menyinggung tewasnya 32 warga negara Kuba dalam operasi penangkapan Maduro. Ia menyatakan bahwa Venezuela kini berada di bawah perlindungan militer AS dan tidak lagi membutuhkan "preman dan pemeras" yang menahan mereka selama bertahun-tahun.

Respon Keras Pemerintah Kuba 

Pemerintah Kuba menanggapi ancaman tersebut dengan sikap menantang. Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez, menegaskan negaranya memiliki hak mutlak untuk mengimpor bahan bakar tanpa campur tangan atau tunduk pada tindakan koersif sepihak dari Amerika Serikat.

"Tidak seperti AS, Kuba tidak membiarkan dirinya menjadi sasaran pemerasan atau paksaan militer terhadap negara lain," ujar Rodriguez. Ia juga membantah Kuba menerima kompensasi materi atas layanan keamanan yang diberikan kepada negara mana pun.

Senada dengan menterinya, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyatakan pihak yang mengubah segala sesuatu menjadi bisnis, bahkan nyawa manusia, tidak memiliki otoritas moral untuk menuding Kuba. "Tidak ada yang mendikte apa yang kami lakukan," tegasnya.

Kebijakan "Donroe Doctrine" di Amerika Latin 

Langkah keras terhadap Kuba ini merupakan bagian dari kebijakan luar negeri Trump yang lebih luas di Amerika Latin, yang kini ia sebut sebagai "Donroe Doctrine". Sebuah pembaruan dari Doktrin Monroe tahun 1823 yang menekankan supremasi AS di belahan bumi barat.

Selain Kuba dan Venezuela, Trump juga memberikan peringatan kepada Presiden Kolombia Gustavo Petro dan mengisyaratkan tindakan tegas terhadap kartel narkoba di Meksiko. Di Washington, sinyalemen mengenai masa depan Kuba semakin kuat setelah Trump memberikan dukungan pada wacana yang menyebut Menteri Luar Negeri Marco Rubio bisa menjadi presiden Kuba di masa depan. "Kedengarannya bagus bagi saya!" komentar Trump singkat.

Hubungan diplomatik AS-Kuba yang sempat membaik di era Barack Obama kini kembali mencapai titik nadir, terutama setelah Trump memasukkan kembali Kuba ke dalam daftar negara sponsor terorisme segera setelah ia menjabat untuk periode kedua. (BBC/Z-2)

Read Entire Article