Silaturahmi Menkum dengan Para Pemred: Bahas KUHP, KUHAP, sampai Bantuan Hukum

22 hours ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Menkum Supratman Andi Agtas saat silaturahmi dengan para Pemred di Ruang Soepomo, Jumat (9/1). Foto: Dok. Istimewa

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menggelar silaturahmi bersama para pemimpin redaksi (pemred) media nasional di Jakarta, Jumat (9/1) malam. Pertemuan adalah salah satu forum terbuka, antara pemerintah dan media, sekaligus forum diskusi mengenai berbagai isu strategis, mulai dari KUHP, KUHAP, transformasi digital, hingga akses bantuan hukum bagi masyarakat.

Supratman menjelaskan, acara ini adalah upaya Kementerian Hukum (Kemenkum) untuk terus membuka komunikasi dengan publik. Ia menjelaskan, sebagai pembantu presiden, kementeriannya berkewajiban menjelaskan arah kebijakan dan harapan presiden kepada masyarakat.

“Kami harus menjelaskan apa yang menjadi pikiran dan harapan presiden. Bagi kami sebagai pembantu presiden, kami tahu bahwa bapak presiden akan selalu fokus melaksanakan program yang sudah beliau pikirkan,” kata Supratman di Ruang Rapat Soepomo.

Salah satu fokus utama Kemenkum, lanjut Supratman, adalah transformasi digital layanan publik. Bagi Supratman, digitalisasi sebagai keharusan untuk meningkatkan kemudahan layanan sekaligus kepastian hukum bagi masyarakat.

“Pertama kali saya jadi menteri, saya sudah canangkan, tidak boleh tidak, pelayanan publik harus digitalisasi. Digitalisasi akan membuat layanan makin mudah dan memberi kepastian,” ujarnya.

Silaturahmi Menteri Hukum dan Para Pemred di Ruang Soepomo, Jumat (9/1). Foto: Dok. Istimewa

Selain transformasi digital, presiden juga menaruh perhatian besar pada akses keadilan, khususnya bagi masyarakat kelas bawah. Pada 2025, Kemenkum awalnya menargetkan pembentukan pos bantuan hukum (posbankum) di 7.000 desa dan kelurahan. Tapi karena kerja sama lintas sektor, jumlahnya telah meningkat signifikan.

“Tapi karena keinginan yang kuat untuk mewujudkan itu, teman-teman BPHN (Badan Pembinaan Hukum Nasional) bekerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Dalam Negeri, hari ini sudah terbentuk (lebih dari) 76.000 posbankum di seluruh Indonesia, di 32 provinsi,”” ucap Supratman.

Dalam kesempatan itu, Supratman juga menyinggung gagasan pembiayaan berbasis kekayaan intelektual (intellectual property/IP) bagi konten kreator. Menurutnya, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) tak hanya berfungsi memberikan perlindungan hukum, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi kreatif.

“Alhamdulillah akhirnya disepakati Indonesia menyiapkan platform pembiayaan industri kreatif sebesar Rp 10 triliun untuk tahun 2026. Kita menjadi negara ke-15 di dunia yang menyiapkan pembiayaan berbasis IP,” katanya.

Wamenkum Edward Omar Sharif Hiariej saat silaturahmi dengan para Pemred di Ruang Soepomo, Jumat (9/1). Foto: Dok. Istimewa

Pada kesempatan itu hadir pula, Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej mengatakan penyusunan KUHP bukan perkara mudah di negara yang punya keragaman etnis, agama, dan budaya seperti Indonesia. Contohnya, pasal perzinahan dan kohabitasi yang kerap memicu perbedaan pandangan di masyarakat.

“Kalau kita mengikuti (masyarakat di) Sulawesi Utara (karena menilai pasal tersebut terlalu masuk ke ranah private), maka Sumatera Barat akan mengatakan tidak aspiratif. Kalau mengikuti Sumatera Barat (karena menilai pasal tersebut terlalu lemah), Sulawesi Utara akan mengatakan tidak aspiratif. Di sinilah kita harus mengambil keputusan,” ujar Edward.

KUHP atau hukum pidana, lanjut pria yang akrab disapa Eddy ini, dimanapun berlaku universal. Tapi ada tiga isu yang tidak bisa dibanding-bandingkan.

"Satu adalah delik politik. Kemudian defamation, penghinaan. Dan yang ketiga adalah kesusilaan, itu setiap negara berbeda,” jelas Guru Besar Ilmu Hukum Pidana ini.

Read Entire Article