168 Bahan Kimia Umum Ternyata Ganggu Bakteri Usus

1 month ago 20
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
168 Bahan Kimia Umum Ternyata Ganggu Bakteri Usus Ilustrasi(freepik)

SEBUAH penelitian skala besar menemukan 168 bahan kimia yang umum ditemui dalam kehidupan sehari-hari dapat mengganggu pertumbuhan bakteri baik di usus manusia. Beberapa di antaranya bahkan berpotensi mendorong resistansi terhadap antibiotik. Temuan ini menunjukkan perlunya memperluas standar uji keamanan bahan kimia agar turut mempertimbangkan dampaknya terhadap mikrobioma usus.

Penelitian yang dipimpin Universitas Cambridge itu menguji 1.076 kontaminan kimia terhadap 22 spesies bakteri usus dalam kondisi laboratorium. Hasilnya, ratusan bahan kimia, termasuk pestisida seperti herbisida dan insektisida, serta zat industri dalam flame retardant dan plastik, teridentifikasi menghambat pertumbuhan mikroba yang dikenal penting bagi kesehatan.

Banyak dari bahan kimia tersebut masuk ke tubuh melalui makanan, air minum, maupun paparan lingkungan. Sebelumnya, sebagian besar bahan ini tidak dianggap memengaruhi organisme hidup di dalam tubuh manusia.

Para peneliti juga menemukan sejumlah bakteri dapat beradaptasi terhadap polutan kimia dan mengembangkan resistansi terhadap antibiotik seperti ciprofloxacin. Jika proses serupa terjadi di usus manusia, infeksi tertentu bisa menjadi lebih sulit ditangani.

Dampak terhadap Keseimbangan Mikrobioma

Mikrobioma usus terdiri atas sekitar 4.500 jenis bakteri yang bekerja menjaga fungsi tubuh, mulai dari pencernaan, regulasi berat badan, sistem imun, hingga kesehatan mental. Ketidakseimbangan mikrobioma diketahui dapat memicu berbagai masalah kesehatan.

Namun, uji keamanan standar bahan kimia selama ini tidak mempertimbangkan mikrobioma karena mayoritas bahan dibuat untuk bekerja pada target tertentu. Sebagai contoh, insektisida dirancang untuk memengaruhi serangga, bukan manusia maupun bakteri dalam tubuh.

Model AI untuk Prediksi Risiko Bahan Kimia

Berdasarkan data penelitian, tim peneliti mengembangkan model machine learning untuk memprediksi risiko bahan kimia terhadap bakteri usus manusia. Studi beserta alat prediksi ini dipublikasikan di jurnal Nature Microbiology.

“Kami menemukan banyak bahan kimia yang dirancang hanya untuk satu jenis target, seperti serangga atau jamur, ternyata juga memengaruhi bakteri usus. Kami terkejut beberapa bahan itu memiliki efek yang sangat kuat. Misalnya, banyak bahan industri seperti flame retardant dan penguat plastik tidak dianggap memengaruhi organisme hidup sama sekali, tetapi ternyata memengaruhinya,” Dr. Indra Roux, penulis utama dari MRC Toxicology Unit.

“Kekuatan dari studi berskala besar ini adalah kita kini memiliki data untuk memprediksi efek bahan kimia baru, dengan tujuan menuju masa depan ketika bahan kimia dirancang agar aman sejak awal,” ungkap Profesor Kiran Patil, penulis senior.

“Penilaian keamanan bahan kimia baru harus memastikan bahwa bahan tersebut juga aman bagi bakteri usus, yang dapat terpapar melalui makanan dan air,” jelas Dr. Stephan Kamrad.

Perlu Data Paparan Kimia di Dunia Nyata

Peneliti mengakui bahwa masih minim data mengenai seberapa besar paparan bahan kimia yang benar-benar mencapai usus. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengetahui risiko nyata bagi kesehatan manusia.

“Kini kami mulai menemukan interaksi ini di laboratorium, penting untuk mengumpulkan lebih banyak data paparan kimia di dunia nyata, untuk melihat apakah efek serupa terjadi di tubuh manusia,” ujar Patil.

Sementara itu, peneliti menyarankan langkah sederhana untuk mengurangi paparan bahan kimia, seperti mencuci buah dan sayuran secara menyeluruh serta menghindari penggunaan pestisida di rumah. (Science Daily/Z-2)

Read Entire Article