Aku Pulang Bukan untuk Berhenti, Tapi untuk Pulih

12 hours ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ilustrasi lelah karena tugas-tugas. Foto: Gemini AI

Minggu itu Solo terasa berjalan begitu cepat dan aku ikut terseret di dalamnya. Sehari-hari aku mengisi jadwal dengan kuliah, tugas, rapat organisasi, dan kepanitiaan. Ketika kalender menandai libur aku tetap datang ke kampus karena selalu ada yang harus dibereskan. Aku menikmati kesibukan itu karena sejak awal aku ikut bukan karena terpaksa melainkan karena aku suka. Rasanya menyenangkan saat merasa produktif dan dibutuhkan, tetapi lama-kelamaan ketika semuanya datang bersamaan rasa suka itu mulai bercampur dengan lelah yang sulit dijelaskan. Burnout itu datang secara perlahan, tanpa aku sadar.

Rapat dan deadline berjalan beriringan sementara tugas kuliah terus berdatangan, hingga notifikasi grup tetap muncul bahkan ketika hari sudah berganti. Aku pulang sore dengan energi badan yang habis, tetapi kepalaku masih ramai memikirkan apa yang belum selesai, jadi saat tahu aku punya libur tiga hari aku mengira itu cukup untuk mengembalikan tenaga dan membuatku merasa hidup lagi.

Hari pertama libur aku memilih diam di kos karena kupikir itu cara paling masuk akal untuk recharge. Aku rebahan lebih lama, menutup laptop lebih cepat, makan enak, lalu tidur sampai puas. Tetapi anehnya ketika bangun aku tetap lelah. Badanku beristirahat tetapi pikiranku masih tertinggal di kampus, di ruang rapat, dan di daftar pekerjaan yang rasanya tidak pernah habis. Aku duduk lama di kasur kos yang sempit sambil menatap dinding yang sudah terlalu sering kulihat sampai akhirnya aku sadar bahwa mungkin yang lelah bukan cuma badan, mungkin ada bagian lain yang ikut capek dan tidak bisa disembuhkan hanya dengan tidur.

Malam itu aku membuka kalender dan baru benar-benar menghitung libur yang kupunya, ternyata tinggal dua hari. Bukannya merasa lega aku malah semakin sesak karena dua hari terdengar terlalu singkat untuk menutup energi yang bocor seminggu penuh. Aku menatap layar ponsel lama sambil mencoba meyakinkan diri bahwa aku bisa baik-baik saja kalau tetap di sini, tetapi semakin kupikir semakin jelas satu hal yang selama ini kutahan, aku butuh pulang.

Keputusan itu muncul sederhana, hampir seperti bisikan, "besok sore pulang ke rumah".

Aku pulang bukan untuk kabur dari tugas dan bukan untuk lari dari tanggung jawab. Rapat organisasi masih menunggu, kepanitiaan masih berjalan, dan tugas kuliah tidak tiba-tiba hilang. Jadi, aku memasukkan semuanya ke dalam tas mulai dari laptop, catatan, sampai pekerjaan yang bisa kuselesaikan dari rumah. Aku pulang bukan untuk berhenti, aku pulang supaya bisa menjalani semuanya dengan lebih tenang dari tempat yang rasanya bisa memulihkan sesuatu di dalam diri.

Ilustrasi perjalanan pulang. Foto: Gemini AI

Keesokan sorenya aku pulang dari Solo menuju Kabupaten Ngawi dengan naik sepeda motor dan perjalanannya sekitar dua jam. Anginnya dingin tetapi suasana berubah ketika hamparan sawah hijau mulai muncul di kanan-kiri jalan, jalan desa semakin sepi dan langit terasa lebih lapang dan entah kenapa kepalaku ikut melonggar. Deadline dan pesan grup masih ada, tetapi suaranya tidak lagi sekeras tadi seolah-olah aku sedang diajak bernapas pelan-pelan sebelum benar-benar sampai.

Begitu rumah mulai terlihat aku mengurangi kecepatan, lalu suara motorku memecah sunyi jalan desa sampai sebelum mesin benar-benar mati dari dalam rumah sudah terdengar suara yang membuatku tahu aku sedang ditunggu, “eh, sudah sampai yaaa” atau sekadar panggilan namaku yang sederhana tapi hangat. Aku turun dari sepeda motor lalu melangkah mendekat sampai pintu terbuka dan pertanyaan yang selalu sama tapi selalu menenangkan menyambut lebih dulu, “Gimana tadi perjalanannya?" "Pasti capek kan?" "Udah makan belum?” dan di sela pertanyaan itu ada senyuman yang rasanya seperti mengatakan, kamu pulang.

Ilustrasi makan dan berbincang bersama keluarga. Foto: Gemini AI

Aku masuk ke rumah dan menaruh barang, lalu duduk sebentar sambil mengobrol hal-hal kecil yang tidak penting tetapi membuat dadaku lebih ringan sampai akhirnya aku ikut makan bersama. Setelah itu aku mandi, mengganti baju, merapikan badan yang seharian dibawa melawan angin, lalu saat air menyentuh kulit rasanya seperti aku sedang melepaskan semua yang menempel dari minggu yang panjang.

Barulah setelah itu aku membuka laptop dan mulai membalas chat organisasi lalu mengerjakan tugas serta menyusun hal-hal yang belum selesai, tetapi rasanya berbeda bukan karena tugasnya lebih mudah melainkan karena di rumah aku mengerjakannya tanpa rasa sendirian. Ada ketenangan yang membuat beban terasa lebih sunyi sehingga ketika aku menutup laptop aku tidak merasa bersalah dan tidak merasa tertinggal.