(MI/Seno)
SEPERTI hujan di tengah hari, ketika mendengar dilantiknya Prof Arif Satria sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Senin, 10 November 2025, oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta. Kehadiran sosok Prof Arif Satria seperti melegakan tenggorokan para peneliti tindak hanya di BRIN, tapi juga di perguruan tinggi. Berbagai disrupsi terjadi sejak awal pembentukan dan penetapan kepala BRIN hingga saat ini. Disrupsi dalam soal tata kelola hasil riset, infrastruktur riset, dan sumber daya riset.
Riset dan inovasi Indonesia yang diharapkan maju sebagai penggerak pembangunan malah terjebak pada tata kelola yang sempit. Work from anywhere tidak mampu mendekatkan peneliti kepada karya inovasi yang berkemajuan. Peneliti BRIN malah terjebak pada indikator scopus yang tidak banyak menolong Indonesia untuk maju.
Sebagai lembaga negara yang mengelola inovasi, seharusnya karya berbasis artificial inteligent dan robotik terus dipacu. Era 4.0 tidak mendapat tempat, termasuk banyaknya data yang tidak terkelola. Tidak hanya itu, kebutuhan kementerian/lembaga juga tidak terfasilitasi sehingga kemudian lahir riset sebatas publikasi. Kementerian kemudian melahirkan kebijakan tanpa evidence yang kuat. Begitu juga implementasi di lapangan tanpa kekuatan sains yang memadai. Peneliti, inovasi, knowledge terserak dalam kantong yang tidak bisa menyatu untuk Indonesia. Akhirnya kebanggaan berakhir pada capaian personal dan mendarat di media social, tanpa bisa direngkuh masyarakat luas manfaatnya.
Begitu juga soal aset dan fasilitas riset yang idle dan menjadi mengganggur, termasuk gedung, laboratorium, dan kapal riset, menambah derita riset dan inovasi. Fasilitas kapal riset yang dikelola secara terbatas menyebabkan ekonomi riset biaya tinggi. Perguruan tinggi termasuk BRIN kehilangan akses melakukan riset laut yang berkualitas. Sebanyak 75% luas laut yang menjadi wilayah Indonesia minim riset, bahkan harus menunggu uluran tangan kapal asing. Sebut saja Ocean-X dan Ocean Explorer dan fasilitas riset dari Amerika Serikat, Tiongkok, dan Korea Selatan mengisi ruang riset laut kita. Sebaliknya, rintisan Kapal Baruna Jaya I-VIII yang merupakan upaya penguatan riset dan inovasi kelautan Indonesia tidak mampu beroperasi karena tiadanya biaya riset.
Begitu juga gedung yang besar tidak termanfaatkan, laboratorium menganggur, dan karya terbatas publikasi menambah beban psikologi peneliti. Tidak hanya sampai di situ, soal pemanfaatan fasilitas juga ternyata tidak mudah sehingga menambah frustrasi peneliti Indonesia.
Sumber daya peneliti Indonesia juga terdisrupsi karena penataan organisasi riset. Riset yang seharusnya mampu menyerap banyak tenaga kerja untuk menghasilkan karya dan inovasi yang kompetitif kemudian dianggap beban. Periset kita tidak mampu maju menghadirkan inovasi dan industri, tapi stagnan pada karya publikasi terafiliasi scopus. Akibatnya industri berjalan dengan R&D sendiri, tapi banyak berharap pada periset BRIN ataupun perguruan tinggi. Jendela riset kampus juga terhadang oleh mekanisme insentif pajak yang diberikan Kementerian Keuangan kepada industri. Dampaknya, riset serta inovasi BRIN dan perguruan tinggi tidak bisa bergerak maju.
Disrupsi tata kelola lembaga yang baru dalam putusan kepala BRIN melalui Peraturan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) RI No 11 Tahun 2025 tentang Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi telah menyebabkan banyak keilmuan perikanan dan kelautan kehilangan tempat dan sumber daya manusia. Akibatnya sumber daya manusia periset menjadi aset yang kembali telantar tidak menentu. Bahkan banyak yang kemudian melakukan profesi di luar pekerjaan riset karena tidak mampu mengakses dana riset. Lagi lagi SDM riset kehilangan panggung dalam mengaktualisasikan risetnya.
Beberapa contoh disrupsi di atas merupakan bagian dari sekatan tenggorokan peneliti selama ini. Tidak mampu bersuara karena takut, atau karena enggan atau takut dimutasi. Gagasan yang tidak sejalan sering menjadi masalah yang berdampak panjang. Kini, dengan dilantiknya kepala BRIN yang baru, sepertinya sekatan itu hilang dan darah seperti kembali mengalir di dada peneliti.
SOSOK ANAK MUDA
Prof Arif Satria merupakan tipikal anak muda yang berpandangan luas, energik, menyenangi gagasan kreatif, selalu menjadikan inovasi sebagai solusi. IPB University bisa dilihat sebagai jendela pemikiran Arif Satria. Di tengah disrupsi yang terjadi, semasa menjadi rektor, gerakan inovasi terus digaungkan. IPB berada di peringkat #399 versi WQS dan rangking #49 bidang pertanian dan kehutanan. Dalam penguatan inovasi, IPB menghadirkan LKST (Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi), merancang program OVOC (One Village One CEO), Agromaritim Social Academy. Di samping itu, di 2024, IPB mencatatkan dana riset penelitian mencapai Rp350 miliar, yang dilaksanakan dengan target sampai pada inovasi.
Selain itu, sosok Prof Arif Satria yang muda dan agresif serta penuh kemauan tinggi menerobos zona nyaman. Tidak setara dengan kampus top dunia, IPB mengembangkan strategi yang saya sebut efek ‘wing wind’. Ketika ingin menjadi setara dengan kampus top, dan kita memiliki keterbatasan, maka upaya menjadikan kampus maju tersebut menjadi mitra adalah solusinya.
Begitu juga dalam hal inovasi, dengan banyaknya kemitraan kampus di Tiongkok, Amerika, dan Inggris, IPB menerobos image kampus pertanian menjadi kampus inovasi. Dengan spirit tersebut, branding institusi membawa frame penguatan institu si. Branding sebagai kampus inovasi memberikan semangat tidak hanya kepada peneliti IPB, tetapi juga pada kepercayaan perguruan tinggi top dunia yang kian meningkat.
Sisi lain seorang Prof Arif Satria juga adalah seorang pemimpin muda yang cendekia. Kepemimpinannya dalam Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) akan menjadi bekal memajukan BRIN. Aura iptek dan inovasi akan menjadi adrenalin dari kaum cendekiawan. Internasionalisasi iptek dan inovasi kemudian menjadi kekuatan dan tulang punggung pembangunan Indonesia maju.
Harapan dan tumpuan Presiden Prabowo dan Indonesia pun disematkan kepada seorang Arif Satria dengan dukungan kaum cendekia dari semua kampus. Menjadi maju dengan inovasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Itulah harapan yang disematkan kepada Arif Satria, harapan baru iptek dan inovasi Indonesia.

1 month ago
38




















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412481/original/097624700_1763093838-WhatsApp_Image_2025-11-14_at_10.30.38_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5185497/original/044642300_1744432974-potret_terbari_zhao_luzi__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411402/original/065607100_1763013375-Valve_Steam_Machine_01.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4859585/original/086914900_1718074715-female-hold-clock-brain-miniature-work-progress-time-think_151013-60904.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5413407/original/075172300_1763130396-20251114_153735.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5380287/original/026074400_1760421304-iPhone_Air_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411835/original/088076100_1763022404-1924.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5330027/original/077922500_1756352249-Gemini_Generated_Image_od5e02od5e02od5e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5413389/original/081459800_1763128762-WhatsApp_Image_2025-11-14_at_19.05.59_bf16649d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432329/original/079320000_1764766872-Varian_TECNO_WATCH__Liputan6.comArief_Ferdian_Maulana_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1784724/original/023805100_1511922219-aws03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1258776/original/083037800_1465447060-Mozilla_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4147530/original/033395700_1662396481-peach-tea-peach-food-beverage-products-food-nutrition-concept.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411881/original/024204200_1763024492-54918631276_f927c9ca4b_c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4680962/original/093560100_1702218376-Jepretan_Layar_2023-12-10_pukul_21.17.30.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5409195/original/034125600_1762848431-Akuatik_-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2514400/original/014338600_1543878323-PUBG-Mobile-update.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412291/original/092284500_1763077007-Galaxy-Tab-A11-Hadir-di-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5435582/original/076987400_1765080408-Andreas_Diantoro_1.jpg)