Mahasiswa Fak.Psikologi UMK lolos dana hibah oleh DPPM Kemendiktisaintek dengan program Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (PM-BEM) di Desa Setrokalangan(Dok.pribadi)
BENCANA banjir selama ini kerap dipersepsikan semata sebagai persoalan alam dan kegagalan infrastruktur. Kenyataannya, berbagai pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa dampak paling serius dari bencana justru bersumber dari aspek sosial dan psikologis masyarakat. Kepanikan massal, rendahnya kesiapsiagaan, serta lemahnya koordinasi antarwarga kerap memperbesar kerugian yang seharusnya dapat diminimalkan.
Oleh karena itu, mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat sebagai subjek utama penanggulangan bencana.
Program PM-BEM Berdampak oleh BEM KM UMK
Sejalan dengan pemahaman tersebut, diperlukan sebuah pendekatan mitigasi yang lebih komprehensif dan partisipatif, yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga melibatkan peran aktif masyarakat sebagai pelaku utama dalam menghadapi bencana.
Keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan mahasiswa, menjadi penting untuk menjembatani pengetahuan, teknologi, serta penguatan kapasitas sosial masyarakat. Dalam konteks inilah, inisiatif berbasis pengabdian masyarakat hadir sebagai upaya nyata untuk menerjemahkan konsep mitigasi holistik ke dalam tindakan yang relevan dengan kebutuhan dan kondisi lokal.
Pendekatan inilah yang coba diwujudkan melalui Program PM-BEM Berdampak yang dilaksanakan oleh BEM KM Universitas Muria Kudus (UMK) di Desa Setrokalangan. Program ini berjudul “Desa Bangkit Pasca Banjir: Mitigasi Bencana melalui Teknologi dan Penguatan Ekonomi” menjadi contoh bagaimana mahasiswa dapat menghadirkan solusi yang lebih utuh dan kontekstual bagi masyarakat desa rawan bencana.
Pemasangan Early Warning System (EWS) berbasis Internet of Things (IoT) di Desa Setrokalangan menjadi sorotan utama. Masyarakat dapat memantau kondisi sungai secara real time di website dan melalui WhatsApp dan Telegram, hal tersebut membuat kesadaran risiko. Dari sudut pandang psikologi lingkungan, ini merupakan proses penting dalam membentuk perilaku adaptif: masyarakat tidak lagi pasif menunggu bencana, tetapi aktif membaca tanda-tanda alam dan bersiap mengambil keputusan.
Berdasarkan dari kebutuhan akan mitigasi bencana yang menyeluruh serta berorientasi pada penguatan aspek sosial dan mental masyarakat, pendekatan psikologis menjadi landasan penting dalam merancang intervensi yang berkelanjutan. Pendekatan ini menempatkan masyarakat tidak sekadar sebagai penerima bantuan, tetapi sebagai subjek aktif perubahan yang memiliki kapasitas untuk membangun kesiapsiagaan bersama.
Peran mahasiswa Psikologi UMK sebagai fasilitator perubahan perilaku
Di sinilah peran mahasiswa psikologi UMK, Abdullah In’am Maulana, Viq Robi Ahmad Wardani, dan Nurrohmah Tanaya Kusuma Dewi sebagai fasilitator perubahan perilaku. Melalui pendekatan psikologi sosial, berbagai kegiatan seperti gotong royong membersihkan sungai, pelatihan wirausaha, hingga pengelolaan keramba lele dirancang untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kepercayaan kolektif warga. Kohesi sosial yang kuat terbukti menjadi modal penting ketika masyarakat harus menghadapi situasi darurat.
Lebih jauh, program pemberdayaan ekonomi yang dikembangkan menunjukkan bahwa ketahanan bencana tidak bisa dilepaskan dari ketahanan ekonomi. Budidaya dan pengolahan ikan lele menjadi produk olahan bernilai jual tidak hanya membantu meningkatkan pendapatan warga, tetapi juga menyediakan cadangan pangan saat banjir datang. Ketika masyarakat merasa lebih mandiri secara ekonomi, tingkat kecemasan terhadap bencana dapat ditekan dan berkurang.
Penguatan kohesi sosial yang dibangun melalui pendekatan psikologi sosial ini menjadi modal psikologis yang krusial dalam mitigasi dan penanggulangan bencana. Masyarakat dengan tingkat kepercayaan dan solidaritas yang tinggi cenderung lebih responsif terhadap peringatan dini, lebih tertib dalam evakuasi, serta mampu saling menopang secara emosional saat menghadapi situasi darurat.
Pembentukan masyarakat lebih tangguh
Dengan demikian, peran mahasiswa Psikologi UMK tidak hanya berdampak pada pemulihan pascabencana, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan masyarakat yang lebih tangguh dan siap menghadapi risiko bencana di masa mendatang.
Program PM-BEM Berdampak di Desa Setrokalangan menunjukkan bahwa mitigasi bencana yang efektif harus bersifat multidimensional. Teknologi tanpa kesadaran manusia akan kehilangan fungsi, sementara kesadaran tanpa dukungan ekonomi dan sosial akan sulit bertahan.
Kolaborasi antara BEM KM UMK dan masyarakat desa membuktikan bahwa mahasiswa dapat berperan sebagai agen perubahan yang tidak hanya membawa alat, tetapi juga memberikan pengetahuan dan empati.
Harapannya pendekatan seperti ini layak direplikasi di desa-desa rawan bencana lainnya. Sebab, membangun ketahanan desa bukan hanya soal membangun fisik wilayah, tetapi juga membangun manusia yang siap, tangguh, dan saling menguatkan.

1 day ago
1




















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412481/original/097624700_1763093838-WhatsApp_Image_2025-11-14_at_10.30.38_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5185497/original/044642300_1744432974-potret_terbari_zhao_luzi__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411402/original/065607100_1763013375-Valve_Steam_Machine_01.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5413407/original/075172300_1763130396-20251114_153735.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4859585/original/086914900_1718074715-female-hold-clock-brain-miniature-work-progress-time-think_151013-60904.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5380287/original/026074400_1760421304-iPhone_Air_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411835/original/088076100_1763022404-1924.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5330027/original/077922500_1756352249-Gemini_Generated_Image_od5e02od5e02od5e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5413389/original/081459800_1763128762-WhatsApp_Image_2025-11-14_at_19.05.59_bf16649d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432329/original/079320000_1764766872-Varian_TECNO_WATCH__Liputan6.comArief_Ferdian_Maulana_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1784724/original/023805100_1511922219-aws03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1258776/original/083037800_1465447060-Mozilla_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4147530/original/033395700_1662396481-peach-tea-peach-food-beverage-products-food-nutrition-concept.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411881/original/024204200_1763024492-54918631276_f927c9ca4b_c.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4680962/original/093560100_1702218376-Jepretan_Layar_2023-12-10_pukul_21.17.30.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5409195/original/034125600_1762848431-Akuatik_-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2514400/original/014338600_1543878323-PUBG-Mobile-update.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412291/original/092284500_1763077007-Galaxy-Tab-A11-Hadir-di-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5251941/original/065189400_1749815167-WhatsApp_Image_2025-06-12_at_17.50.13.jpeg)