Capaian Lifting Minyak 2025 Lampaui Target APBN, IESR: Masih Sangat Rendah

1 day ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Masih Sangat Rendah Pekerja Pertamina Hulu Mahakam melihat proses pengerjaan proyek Bekapai Artificial Lift di anjungan lepas pantai lapangan Bekapai, Kalimantan Timur,.(Dok. Antara)

INSTITUTE for Essential Services Reform (IESR) menyoroti capaian rata-rata lifting minyak (termasuk Natural Gas Liquid/NGL) pada 2025 sebesar 605,3 ribu barrel per hari. Chief Executive Officer IESR Fabby Tumiwa mengatakan, walaupun capaian lifting minyak bumi sedikit di atas target (0,3%), namun target 2025 sebesar 605 ribu bph sangat rendah.

“Jauh di bawah target lifting minyak bumi 2024 sebesar 635 ribu bph. Sejak 2020, target lifting minyak terus diturunkan dari 707 ribu bph. Dibandingkan 2020, target lifting minyak turun sebesar 14,4% di 2025,” kata Fabby dalam keterangan yang dikutip, Minggu (11/1).

Selain itu, lanjutnya, perhitungan Kementerian ESDM untuk lifting minyak bumi di 2025 memasukkan NGL, produk sampingan yang secara karakteristik berbeda dengan minyak bumi. Jika tanpa memasukkan NGL, IESR menyebut bahwa kemungkinan volume lifting minyak bumi tidak sesuai target.

“Mengingat dalam pelaporan semester 1 2025, terdapat perbedaan angka total lifting minyak bumi di bulan Juni yang dicatat Kementerian ESDM (608,1 ribu bph) dan SKK Migas (579,3 bph), di mana SKK Migas tidak memasukkan NGL,” ujar Fabby.

Ia mengatakan, target dan realisasi produksi minyak semakin menjauh dari angka 1 juta bph pada tahun 2030 yang dicanangkan oleh pemerintahan sebelumnya, termasuk target 2026 yang dipatok di angka 610 ribu bph.

“Dengan kondisi ini, Indonesia masih tidak mampu mengurangi kenaikan impor minyak mentah dan BBM yang rata-rata mencapai 1 juta bph,” tutupnya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan, rata-rata lifting minyak bumi (termasuk Natural Gas Liquid/NGL) sepanjang 2025 mencapai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 605,3 ribu barel per hari (Thousand Barrels of Oil Per Day/MBOPD).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut capaian lifting minyak ini pertama kalinya mengalami kenaikan dalam sembilan tahun terakhir. Adapun angka rata-rata lifting minyak sebesar 605,3 ribu barel per hari adalah termasuk Natural Liquid Gas (NGL) dan kondensat yang diproduksi PT Donggi Senoro LNG.

"Alhamdulillah, target kita hari ini, itu mencapai 605,3 ribu barel atau sama dengan 100,05 persen. Jadi target lifting kita, Alhamdulillah mencapai target, bahkan melampaui sekalipun ini sedikit," ujar Bahlil Lahadalia pada Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (8/1).

Bahlil mengatakan, terakhir kali target lifting minyak pada APBN tercapai adalah pada 2016, yakni mencapai 829 ribu barel per hari. Setelahnya lifting minyak mengalami penurunan sampai 580 ribu barel pada 2024 lalu.

"Pertama itu kenaikan lifting kita itu di 2008, itu karena ada (Lapangan) Banyu Urip. Kemudian 2015-2016, setelah itu tidak pernah lagi lifting kita mencapai target APBN. Alhamdulillah, kali ini kita tercapai," lanjut Bahlil.

Ke depan, lifting minyak dan gas bumi (migas) akan dibidik meningkat secara gradual pada tahun-tahun mendatang hingga 1 juta barel per hari di tahun 2030. Untuk mengakselerasi pencapaian target ini, Kementerian ESDM akan mempercepat perizinan bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang kini masih dalam proses.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan langkah-langkah strategis lain untuk meningkatkan produksi migas. Pertama, percepatan pelaksanaan eksplorasi melalui penawaran 61 wilayah kerja baru bagi pelaku usaha.

Kedua, pemanfaatan teknologi mutakhir seperti Enhanced Oil Recovery (EOR) dan horizontal fracking untuk meningkatkan perolehan minyak. Ketiga, penyederhanaan regulasi di sektor hulu migas, termasuk evaluasi insentif dan integrasi perizinan agar proses investasi dan produksi berjalan lebih cepat dan efisien.  (H-3)

Read Entire Article