Ilmuwan Ciptakan Kulit Sintetis yang Bisa Berubah Warna dan Bertekstur seperti Gurita

1 week ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ilmuwan Ciptakan Kulit Sintetis yang Bisa Berubah Warna dan Bertekstur seperti Gurita Beberapa jenis gurita memiliki kemampuan kamuflase yang luar biasa.(Doc Victor Micallef melalui Wikimedia Commons)

SEKELOMPOK ilmuwan dari Stanford University, Amerika Serikat, berhasil mengembangkan kulit sintetis yang mampu mengubah warna dan tekstur permukaannya secara dinamis, sehingga berpotensi digunakan sebagai teknologi kamuflase yang meniru kemampuan gurita dan hewan laut sefalopoda lainnya.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature melalui makalah berjudul Soft photonic skins with dynamic texture and colour control. Dalam riset tersebut, para peneliti terinspirasi dari mekanisme kamuflase alami gurita, sotong, dan cumi-cumi yang mampu menyesuaikan tampilan kulitnya dengan lingkungan sekitar hanya dalam hitungan detik.

Terinspirasi Kulit Gurita

Gurita dan hewan sefalopoda lain memiliki struktur kecil pada kulit yang disebut papila, yang dikendalikan oleh otot untuk mengubah tekstur permukaan kulit. Sementara itu, sel pigmen terpisah bekerja mengatur perubahan warna.

Kombinasi dua sistem ini memungkinkan hewan-hewan tersebut melakukan kamuflase yang sangat kompleks dan efektif. Mekanisme inilah yang coba ditiru para ilmuwan dalam pengembangan kulit sintetis tersebut.

Material dan Teknologi yang Digunakan

Untuk meniru kemampuan tersebut, para peneliti memanfaatkan polimer konduktif PEDOT:PSS, material yang dapat mengembang saat menyerap air. Dengan menggunakan teknologi electron-beam lithography, yang biasanya digunakan dalam pembuatan chip komputer, para ilmuwan mengatur seberapa besar bagian tertentu dari polimer dapat mengembang ketika terkena cairan.

Penelitian sebelumnya umumnya hanya mampu mengubah warna atau tekstur secara terpisah. Namun, dalam riset ini, untuk pertama kalinya ilmuwan berhasil menggabungkan perubahan warna dan tekstur secara bersamaan dalam satu material sintetis.

“Untuk pertama kalinya, kami mampu meniru aspek penting kamuflase gurita, yaitu mengendalikan tekstur alami yang kompleks sekaligus mengubah pola warna secara independen,” ujar Siddharth Doshi, salah satu peneliti utama dalam studi tersebut.

Dua Lapisan, Dua Fungsi

Berbeda dari material kamuflase sebelumnya, kulit sintetis ini dirancang menggunakan dua lapisan polimer yang bekerja secara independen.

  • Lapisan pertama berfungsi mengatur perubahan tekstur. Lapisan ini dilapisi emas, sehingga permukaannya dapat berubah antara tampilan mengilap (glow) dan kesat (matte).
  • Lapisan kedua mengendalikan warna. Lapisan ini diapit oleh dua lapisan emas yang membentuk rongga optik, sehingga warna yang muncul bergantung pada jarak antar lapisan tersebut.

Dengan mengekspos masing-masing sisi material ke air atau alkohol isopropil, para peneliti dapat menghasilkan empat kondisi visual berbeda:

  • Warna dan tekstur sekaligus
  • Tekstur saja
  • Warna saja
  • Tanpa perubahan warna maupun tekstur

Perubahan ini berlangsung sekitar 20 detik dan sepenuhnya dapat dikembalikan ke kondisi semula.

“Dengan mengontrol ketebalan dan topografi film polimer secara dinamis, kami dapat menghasilkan variasi warna dan tekstur yang sangat luas dan menarik,” kata Mark Brongersma, peneliti lain dalam tim tersebut.

Bagaimana Warna dan Tekstur Bisa Berubah?

Kulit sintetis ini tidak menyerap warna dari lingkungan. Sebaliknya, warna muncul akibat struktur mikro di dalam material yang memantulkan cahaya dengan cara berbeda, sehingga menghasilkan ilusi warna tanpa cat atau pigmen.

Sementara itu, perubahan tekstur terjadi karena lapisan material yang dapat mengembang dan mengerut, membuat permukaan kulit tampak halus atau kasar sesuai kebutuhan.

Dengan menggabungkan dua mekanisme tersebut, kulit sintetis ini dapat menyatu secara visual dengan lingkungan sekitarnya, menyerupai kamuflase alami gurita.

Apakah Bisa Digunakan Manusia?

Meski terdengar futuristik, teknologi ini belum siap digunakan oleh manusia. Salah satu kendala utamanya adalah sistem kontrol yang masih bergantung pada cairan tertentu untuk memicu perubahan warna dan tekstur.

Namun, para peneliti mengungkapkan bahwa mereka tengah mengembangkan versi lanjutan dengan kontrol digital dan kecerdasan buatan (AI), sehingga material ini nantinya dapat menyesuaikan diri secara otomatis dengan lingkungan tanpa pemicu cairan.

Ke depan, teknologi ini berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti kamuflase robot, perangkat wearable adaptif, hingga instalasi seni dan desain interaktif. Sementara penggunaan pada manusia masih menjadi wacana jangka panjang yang memerlukan kajian lanjutan dari sisi keamanan, kenyamanan, dan etika.

Sumber: Smithsonian Magazine

Read Entire Article