Kerap Tanpa Gejala, PEROSI Dorong Kesadaran Osteoporosis sejak Dini

6 days ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Kerap Tanpa Gejala, PEROSI Dorong Kesadaran Osteoporosis sejak Dini Ilustrasi(Dok Istimewa)

PERHIMPUNAN Osteoporosis Indonesia (PEROSI) terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap osteoporosis yang kerap disebut sebagai penyakit "silent killer", karena berkembang tanpa gejala dan baru terdeteksi saat terjadi patah tulang yang berdampak serius pada kualitas hidup penderitanya.

Anggota PEROSI Bidang 2 Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, dr. Rosy Setiawati menjelaskan bahwa sebagian besar penderita osteoporosis tidak menyadari kondisi yang dialaminya hingga mengalami fraktur.

"Osteoporosis sering disebut silent killer karena pasien biasanya tidak sadar. Baru diketahui ketika sudah terjadi patah tulang, dan saat itu kualitas hidup pasien akan menurun secara signifikan," kata dr. Rosy di Jakarta, Minggu (25/1).

Ia menambahkan, patah tulang akibat osteoporosis bukan sekadar persoalan tulang rapuh, tetapi kerap disertai penyakit penyerta yang membuat penanganannya semakin kompleks.

"Kasus-kasus yang kami temui menunjukkan bahwa pasien dengan patah tulang sering memiliki penyakit pembawa atau komorbid. Inilah yang membuat masalah osteoporosis menjadi sangat kompleks," jelasnya.

Dr. Rosy menegaskan bahwa kompleksitas osteoporosis menuntut penanganan menyeluruh dan tidak dapat dilakukan oleh satu disiplin ilmu saja. PEROSI hadir sebagai wadah kolaborasi lintas bidang kedokteran dalam pencegahan dan penatalaksanaan osteoporosis.

"Melalui PEROSI, kami bersama-sama dari berbagai bidang ilmu yang saling menunjang dan membantu satu sama lain. Tujuannya bukan hanya mengobati, tetapi mencegah terjadinya patah tulang," ujarnya.

Penanganan osteoporosis, lanjutnya, harus dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari deteksi dan diagnosis dini, terapi yang tepat, hingga rehabilitasi, agar pasien dapat kembali beraktivitas dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

"Mulai dari diagnosis, terapi obat, keamanan pasien, rehabilitasi, sampai akhirnya pasien diharapkan bisa kembali menjalani kehidupan sesuai harapan. Semua bidang memiliki peran dan tahapan masing-masing," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum PEROSI, dr. Tirza Z. Tamin menegaskan bahwa upaya pencegahan osteoporosis harus dimulai sejak usia dini. Menurutnya, pola hidup anak-anak saat ini berpotensi meningkatkan risiko osteoporosis di masa depan.

"Kita mengingatkan agar anak-anak sejak kecil tidak hanya bermain gawai, mengonsumsi junk food, kurang bergerak, hingga mengalami imobilisasi dan obesitas. Semua itu bisa mempercepat risiko osteoporosis," ujar dr. Tirza.

Ia menekankan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam membentuk kebiasaan aktif pada anak sejak dini untuk memperkuat tulang dan otot.

"Anak-anak harus tetap aktif. Di rumah, ibu-ibu perlu mendorong aktivitas fisik. Di sekolah, kegiatan ekstrakurikuler jangan hanya menari, tetapi juga olahraga seperti sepak bola atau aktivitas lain yang menguatkan otot dan tulang," ucapnya.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, PEROSI juga mengembangkan berbagai program aktivitas fisik yang mudah diakses masyarakat. Salah satunya adalah senam osteoporosis, yang dirancang khusus untuk menjaga kesehatan tulang.

Program latihan fisik tersebut, lanjutnya, dapat diakses melalui berbagai platform dan dirancang agar bisa dilakukan oleh berbagai kelompok usia, termasuk lansia.

PEROSI menilai edukasi masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan dampak osteoporosis. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap risiko osteoporosis sejak dini dan melakukan langkah pencegahan sebelum terjadi patah tulang.

"Setiap modul, setiap disiplin, punya perannya masing-masing. Semua ini kami lakukan untuk membangun kesadaran bahwa osteoporosis bisa dicegah dan ditangani lebih baik jika diketahui lebih awal," pungkasnya. (H-2)
 

Read Entire Article