Modus TPPO kian Kompleks di Era Digital

1 month ago 30
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Modus TPPO kian Kompleks di Era Digital Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat(MI/Susanto)

WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan bahwa pola tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Indonesia semakin berkembang dan kian sulit dideteksi. Menurut dia, kemajuan teknologi telah mendorong munculnya modus-modus baru, termasuk cyber sex trafficking, yang kini bukan lagi dugaan, tetapi fenomena nyata yang terus memakan korban.

“Model TPPO sudah begitu canggih, berganti rupa, berganti bentuk, berganti modus. Ini bahkan sudah menjadi sebuah fenomena baru,” ujarnya dalam Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (3/12). 

Lestari menegaskan bahwa praktik kerja paksa, perdagangan manusia, perbudakan anak, pernikahan paksa, hingga eksploitasi sosial masih terjadi di depan mata, terutama menimpa kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, dan pekerja migran. 

Ia menekankan pentingnya memperkuat strategi implementasi kebijakan, karena perlindungan terhadap warga negara merupakan amanat konstitusi.

“Melindungi perempuan dan anak itu bukan urusan sosial semata, ini masalah kebangsaan. Political will tidak boleh dinegosiasikan lagi,” tegasnya. 

Ia menyebut data 2021–2025 menunjukkan lebih dari dua ribu korban perempuan dewasa dan anak perempuan teridentifikasi sebagai korban perdagangan orang, sementara jumlah yang tercatat diyakini hanya sebagian kecil dari kondisi sebenarnya.

Sindikat semakin leluasa

Direktur Jenderal Perlindungan di Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Rinardi menguraikan bahwa perkembangan digital telah membuat sindikat semakin leluasa mencari korban. 

Ia menjelaskan bahwa cara rekrutmen kini tidak lagi door to door, tetapi melalui media sosial, tawaran instan, dan deepfake yang memalsukan identitas pejabat untuk memikat calon korban.

“Di tengah scroll-scroll itu, mereka mudah terpicu oleh bujukan lowongan palsu. Pemerintah tidak bisa mengawasi sampai sedetail itu,” katanya.

Rinardi memaparkan bahwa lembaga pelatihan kerja (LPK) ilegal turut memperparah keadaan dengan memainkan peran ganda, melatih sekaligus memberangkatkan calon pekerja migran secara non-prosedural. 

Modus ini banyak ditujukan ke Jepang melalui skema magang yang disalahgunakan menjadi jalur tenaga kerja murah. Ia menyoroti maraknya penggunaan fasilitas bebas visa kunjungan di negara-negara ASEAN sebagai celah keberangkatan ilegal. 

Banyak korban awalnya berangkat sebagai wisatawan, lalu dikonversi menjadi pekerja di negara tujuan tanpa perlindungan apa pun. Situasi tersebut disebut mempercepat peningkatan kasus TPPO di Kamboja dan Myanmar.

“Di Kamboja, kasus yang tercatat pada 2021 hanya tujuh orang. Kini totalnya lebih dari 450 kasus. Itu baru yang tercatat,” ujarnya. 

Sementara di Myanmar, jumlah korban sudah mencapai sekitar seratus orang. Menurutnya, sindikat terus beradaptasi. Mereka mengatur perjalanan melalui berbagai bandara untuk menghindari pencegahan, memanfaatkan auto gate di imigrasi yang menghilangkan interaksi langsung, dan memanfaatkan tiket transit untuk mengelabui petugas. 

Pemerintah pun harus bergerak cepat mengejar sindikat yang dinilai sangat agresif dan memiliki keuntungan besar.

Rinardi menyebut lebih dari 6.000 calon pekerja migran berhasil dicegah berangkat secara nonprosedural sepanjang tahun ini berkat koordinasi lintas lembaga. Melalui Direktorat Cyber Perlindungan PMI, lebih dari 1.500 iklan rekrutmen ilegal di media sosial telah ditutup, meski ia mengakui sindikat selalu membuat akun baru. “Banyak yang terjebak justru berpendidikan tinggi. Mereka yakin bisa sukses cepat, tapi tidak sadar risikonya,” kata Rinardi.

Kementerian juga memfasilitasi pelaporan terhadap para pelaku rekrutmen ilegal. Hingga November, 13 orang terduga pelaku telah diproses, termasuk kasus TPPO Kamboja yang kini ditangani lewat koordinasi dengan LPSK dan Interpol.

Rinardi menegaskan bahwa upaya perlindungan pekerja migran harus ditopang sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, penegak hukum, hingga perwakilan RI di luar negeri. Tanpa itu, praktik perdagangan orang akan terus tumbuh mengikuti celah baru di era digital. (Ata/M-3)

Read Entire Article