Ombudsman Temukan Potensi Korupsi Bahan Baku Program MBG

1 month ago 15
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ombudsman Temukan Potensi Korupsi Bahan Baku Program MBG Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika.(Dok. Ombudsman)

PROGRAM MBG menargetkan 82,9 juta penerima manfaat dengan alokasi anggaran Rp71 triliun pada 2025, dengan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai koordinator utama. Namun, hingga September 2025, Ombudsman mencatat hanya 26,7% Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah berfungsi.

“Kesenjangan ini menimbulkan risiko besar tidak tercapainya target layanan di tahun berjalan,” kata Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika dalam keterangannya pada Kamis, (2/10).

Ia menjelaskan, penundaan berlarut terlihat dari proses verifikasi mitra yang tidak memiliki kepastian waktu serta keterlambatan pencairan honorarium staf lapangan.

Dari sisi diskriminasi, Ombudsman menemukan adanya potensi afiliasi yayasan dengan jejaring politik yang bisa menimbulkan konflik kepentingan dalam penetapan mitra.

Selain itu, kelemahan kompetensi terlihat dari penerapan standar operasional prosedur yang tidak konsisten, seperti dapur yang tidak menyimpan catatan suhu ataupun retained sample. Sementara itu, penyimpangan prosedur terjadi dalam bentuk pengadaan bahan pangan yang tidak sesuai kontrak.

“Misalnya, dalam kontrak tertulis beras premium, tetapi yang diterima justru beras kualitas medium,” ungkapnya.
Delapan Masalah Utama

Yeka menambahkan, Ombudsman juga mencatat delapan masalah besar dalam penyelenggaraan MBG. Di antaranya kesenjangan target dengan capaian, kasus keracunan massal di sejumlah daerah, penetapan mitra yayasan dan SPPG yang belum transparan, keterbatasan SDM, serta keterlambatan honorarium.

“Selain itu, mutu bahan baku belum sesuai karena belum ada standar Acceptance Quality Limit (AQL), penerapan HACCP masih lemah, distribusi makanan membebani guru, dan sistem pengawasan masih reaktif serta belum sepenuhnya berbasis data,” paparnya.

Menurutnya, jika persoalan ini tidak segera diperbaiki, kepercayaan publik terhadap program MBG bisa menurun drastis.

“Delapan permasalahan tersebut menimbulkan risiko turunnya kepercayaan publik, bahkan telah memicu kekecewaan dan kemarahan masyarakat. Diperlukan langkah perbaikan yang cepat, terukur, dan transparan agar tujuan utama program Makan Bergizi Gratis tetap terjaga,” tegas Yeka.

Atas dasar itu, Ombudsman RI mendesak pemerintah, khususnya BGN, untuk melakukan perbaikan mendasar. Perbaikan itu meliputi penyempurnaan regulasi kemitraan, penguatan SDM, perbaikan sistem administrasi pembayaran, serta pelibatan penuh BPOM dalam pengawasan pangan.

Ombudsman juga merekomendasikan pembangunan dashboard digital untuk pemantauan real-time mutu bahan, distribusi, dan penggunaan anggaran, serta perlindungan dan kompensasi bagi guru yang terlibat dalam distribusi makanan.

Terkait evaluasi SPPG, Yeka menegaskan bahwa standar keamanan pangan harus menjadi prioritas.

“Bagi SPPG yang telah menimbulkan insiden kesehatan harus dihentikan untuk dievaluasi. SPPG yang berjalan normal tetap dipantau dan dipastikan tidak terjadi insiden kesehatan di kemudian hari. Bagi yang belum beroperasi, harus memenuhi sertifikasi keamanan pangan dan semua SOP dilakukan menuju zero incident,” katanya.

Ombudsman juga menegaskan akan terus mengawal jalannya program MBG.

“Semoga saran yang disampaikan Ombudsman dapat segera dilaksanakan dan segera berbenah. Pada akhirnya keberhasilan MBG dilihat dari tata kelola yang baik, penggunaan anggaran yang akuntabel, dan penerapan sertifikasi pangan menuju zero accident di setiap SPPG,” pungkasnya. (H-3)

Read Entire Article