Proyek Rp75,5 Miliar Bermasalah, Polda Kepri Tahan 7 Tersangka Korupsi

1 month ago 16
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Proyek Rp75,5 Miliar Bermasalah, Polda Kepri Tahan 7 Tersangka Korupsi Suasana Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau. Polda Kepri menahan tujuh tersangka terkait dugaan korupsi proyek revitalisasi dermaga dengan nilai kontrak Rp75,5 miliar.(MI/Hendri Kremer)

Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau menahan tujuh tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek Revitalisasi Kolam Dermaga Utara Pelabuhan Batu Ampar yang menggunakan anggaran Badan Layanan Umum (BLU) BP Batam tahun 2021–2023. Kasus ini menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 30,6 miliar berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Saprudin menjelaskan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa 146 saksi, termasuk saksi ahli dari BPK. “Dari hasil audit ditemukan kerugian negara cukup besar. Penyidik kemudian menetapkan tujuh tersangka dan hari ini resmi dilakukan penahanan,” katanya dalam konferensi pers di Mapolda Kepri, Rabu (1/10).

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri Kombes Pol Silvester S. Mammora menambahkan, proyek dengan nilai kontrak Rp75,5 miliar itu diputus kontraknya pada Mei 2023. Meski pembayaran telah mencapai Rp 63,6 miliar, ditemukan berbagai penyimpangan dalam pelaksanaannya.

Penyidik mengungkap beberapa modus yang dilakukan para tersangka. Tersangka IMA (Kuasa KSO PT MUS) diduga membuat laporan fiktif terkait pengerukan dan pemasangan batu. IMS (Komisaris PT ITR) mengendalikan aliran dana dan menggunakan sebagian untuk kepentingan pribadi.

Tersangka AMU (Pejabat Pembuat Komitmen) lalai mengendalikan pekerjaan, membiarkan adanya mark up volume, serta tidak membuat adendum kontrak saat terjadi pergantian alat proyek. Sementara ASA (Dirut PT MUS) dan AHA (Dirut PT DRB) hanya menerima fee 1,5 persen atau sekitar Rp 1,014 miliar tanpa mengerjakan proyek.

Selain itu, IRS (konsultan perencana) diduga membocorkan data rahasia kepada calon penyedia dan menerima imbalan Rp 500 juta. Adapun NVU ikut membantu mengatur proses lelang proyek tersebut.

Para tersangka ditangkap di Batam, Jakarta, dan Bali. Mereka kini ditahan di Rumah Tahanan Polda Kepri. Polisi juga menyita barang bukti berupa dokumen proyek, emas, logam mulia, dan uang tunai.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (H-1)
 

Read Entire Article