Puisi Perempuan dan Tubuhnya Angkat Isu Objektifikasi dan Martabat Perempuan

1 day ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Puisi Perempuan dan Tubuhnya Angkat Isu Objektifikasi dan Martabat Perempuan Siluet seorang perempuan sedang menari.(pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

KARYA sastra yang menginspirasi, puisi yang berjudul “Perempuan dan Tubuhnya” oleh Akromah Zonic, resmi diperkenalkan pada Jumat (10/1), pukul 22:36 WIB. Puisi ini dengan tegas mengangkat isu objektifikasi dan pengawasan yang selalu dialami perempuan di masyarakat, memicu pemikiran mendalam mengenai nilai dan martabat.

Menggambarkan Tekanan Sosial dan Dehumanisasi

Dalam lirik-liriknya, Zonic menggambarkan bagaimana “Kilat tatapan menyoroti tubuh perempuan” dan “Ke mana pun ia melangkah, segerombolan mata mengikuti”. 

Deskripsi ini dengan jelas menggambarkan tekanan sosial dan pandangan yang menghakimi yang seringkali mengawasi setiap langkah perempuan. Bahkan, “Senyuman mereka samar-samar terdengar di belakang” menandakan adanya ejekan atau penghinaan yang menyertai pengawasan tersebut.

Nilai Tak Tergantikan dan Ketahanan Tubuh Perempuan

Dalam ringkasan Mureks, puisi ini mendorong pembaca untuk merenungkan nilai sejati tubuh perempuan. “Cobalah berdiri tanpa selembar kain Engkau pasti terkesima pada pantulan dirimu sendiri Setiap inci lekuk tubuhmu begitu menawan,”  tantang Zonic.

Ini adalah ajakan untuk mengakui keindahan dan kekhasan tubuh dari sudut pandang sendiri, bukan dari penilaian rendah orang lain. Dengan ironis, Begitulah cara para predator memandangi, bahkan ketika semua tertutup, menunjukkan objektifikasi tidak mengenal batas pakaian atau privasi.

Pesan kuat lainnya dalam puisi ini berfokus pada nilai yang tak terukur dari tubuh perempuan. “Tubuh perempuan terlalu berharga untuk sekadar angka,” jelas Zonic, menolak segala bentuk komodifikasi atau tawaran akan kehormatan. Di tengah kekerasan atau penodaan, puisi ini menegaskan ketahanan dan keindahan yang abadi. “Meskipun ternoda, keindahannya tak akan sirna. ”

Puisi “Perempuan dan Tubuhnya” ini disertai oleh ilustrasi siluet seorang perempuan yang sedang menari. Karya ini adalah bagian dari kontribusi penulis komunitas dan telah melalui proses evaluasi ketat oleh tim redaksi, untuk memastikan kualitas, kredibilitas, dan tingkat kepercayaan yang tinggi. (Mureks/Z-2)

Read Entire Article