Refleksi dari 'Broken Strings', Korban Grooming Perlu Empati Tanpa Menghakimi

8 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Refleksi dari 'Broken Strings', Korban Grooming Perlu Empati Tanpa Menghakimi Aurelie(Instagram @aurelie)

ISU child grooming atau manipulasi yang dilakukan orang dewasa untuk menjebak korban (biasanya anak di bawah umur) ke dalam hubungan eksploitatif, kini semakin menjadi perhatian publik. Buku berjudul Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah, Aurelie Moeremans membuka tabir mengenai pengalamannya di masa lalu, memberikan pelajaran berharga tentang betapa sulitnya posisi seorang korban.

Memahami Luka Lewat Broken Strings

Berdasarkan deskripsi produk di Semut Api, buku ini bukan sekadar biografi, melainkan sebuah memoar tentang bagaimana sebuah hubungan yang tampak manis di awal bisa berubah menjadi belenggu yang menghancurkan. Aurelie menggambarkan kepingan-kepingan masa mudanya yang "patah" akibat manipulasi psikologis.

Buku ini menjadi pengingat bahwa grooming sering kali tidak disadari oleh korban pada awalnya. Hal ini dikarenakan pelaku cenderung menggunakan taktik "kasih sayang" yang berlebihan, sehingga korban merasa dicintai, padahal mereka sedang dalam proses pengisolasian.

 Bahaya Child Grooming di Era Digital

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) juga memberikan peringatan serius mengenai fenomena ini. Mengutip siaran pers dari laman resmi KemenPPPA, praktik child grooming kini telah merambah ke dunia digital, termasuk melalui permainan daring (online games).

Pelaku sering kali memulai interaksi dengan:
- Berpura-pura menjadi teman sebaya.
- Memberikan hadiah atau poin di dalam gim.
-  Membangun kepercayaan secara perlahan sebelum akhirnya beralih ke percakapan seksual atau permintaan konten intim.

KemenPPPA menekankan bahwa manipulasi ini sangat berbahaya karena menyerang sisi psikologis anak yang masih haus akan validasi dan perhatian.

Pentingnya Empati

Salah satu hambatan terbesar bagi korban untuk bersuara adalah ketakutan akan penghakiman masyarakat. Banyak orang cenderung bertanya, "Kenapa kamu tidak pergi saja?" atau "Kenapa kamu mau melakukannya?".
Buku Aurelie mengajarkan kita bahwa trauma itu nyata. Korban sering kali berada dalam kondisi freeze (membeku) secara psikologis karena manipulasi yang luar biasa kuat.

Kedua, menghapus stigma alih-alih menyalahkan korban.  Masyarakat perlu memahami bahwa pelaku adalah satu-satunya pihak yang bersalah karena telah menyalahgunakan kepercayaan. Ketiga, empati yang tulus tanpa nada menghakimi adalah langkah pertama yang krusial untuk membantu korban pulih dari trauma panjang.

Belajar dari Broken Strings, kita diingatkan bahwa luka akibat grooming mungkin tidak terlihat secara fisik, namun dampaknya bisa merusak masa depan seseorang secara mendalam. Penting bagi kita semua untuk menciptakan ruang aman di mana korban merasa didengar, bukan dipojokkan. (H-4)

Read Entire Article