Unjuk rasa di Iran.(Dok. AFP/ATTA Kenare)
DEMONSTRASI anti-pemerintah di Iran memasuki hari ke-15 tanpa tanda mereda, meski aparat keamanan meningkatkan penindakan dan tekanan internasional terhadap Teheran kian menguat, dipimpin oleh pernyataan keras Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Teriakan penentangan terhadap pemerintah terdengar di sejumlah ruas jalan Teheran pada Minggu (11/1) pagi. Pada saat yang sama, kelompok-kelompok hak asasi manusia dan media pemerintah melaporkan terjadinya demonstrasi, penangkapan, dan bentrokan di puluhan kota lain. Salah satu organisasi HAM menyebut sedikitnya 116 orang telah tewas dalam dua pekan terakhir.
Rekaman video yang diverifikasi AFP memperlihatkan kerumunan massa di wilayah Teheran utara meneriakkan dukungan terhadap sistem monarki yang telah lama digulingkan. Mereka menyalakan kembang api dan memukul panci sebagai bentuk pembangkangan simbolik terhadap otoritas negara.
Trump terus meningkatkan tekanan terhadap rezim Iran, yang telah berkuasa sejak Revolusi Islam 1979 menggulingkan Shah Mohammad Reza Pahlavi yang wafat di pengasingan di Mesir pada 1980.
Melalui unggahan di Truth Social pada Sabtu (10/1), Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat siap membantu, sekaligus menegaskan kembali dukungannya kepada para demonstran Iran setelah sebelumnya melontarkan serangkaian peringatan kepada otoritas Teheran.
Trump juga memposting ulang sebuah video dari Fox News yang memperlihatkan seorang demonstran mengganti bendera nasional Iran saat ini dengan bendera lama yang digunakan sebelum revolusi 1979.
Pernyataan terbaru Trump muncul sehari setelah ia berbicara di hadapan para eksekutif minyak dan gas di Gedung Putih. Dalam pertemuan tersebut, Trump mengatakan, Iran berada dalam masalah besar. Tampaknya bagi saya bahwa rakyat mengambil alih kota-kota tertentu yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya beberapa minggu yang lalu.
"Kami mengamati situasi ini dengan sangat cermat. Saya telah menyatakan dengan sangat tegas bahwa jika mereka mulai membunuh orang seperti yang telah mereka lakukan di masa lalu, kami akan ikut campur. Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras di titik lemah mereka. Itu tidak berarti mengerahkan pasukan darat, tetapi itu berarti menyerang mereka dengan sangat, sangat keras di titik lemah mereka," ujarnya.
Pernyataan Trump tersebut diikuti oleh unggahan singkat Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di platform X pada 10 Januari, yang menyebut Amerika Serikat mendukung rakyat Iran yang berani.
Protes Berkembang Pesat
Gelombang kerusuhan ini dinilai sebagai tantangan paling serius terhadap pemerintahan teokratis Iran sejak demonstrasi besar Perempuan, Kehidupan, Kebebasan pada 2022, yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini, mahasiswi Iran-Kurdi berusia 22 tahun, saat berada dalam tahanan polisi karena dugaan pelanggaran aturan berpakaian.
Aksi protes terbaru bermula di kawasan Grand Bazaar Teheran pada 28 Desember dan dengan cepat menyebar ke puluhan kota serta wilayah lain di seluruh negeri.
Pemerintah Iran awalnya membatasi kecepatan internet secara nasional sebelum memberlakukan pemadaman hampir total pada pukul 22.15 waktu setempat pada 8 Januari. Saluran telepon juga diputus sebagai bagian dari langkah pengendalian.
Dengan pemadaman informasi yang telah berlangsung lebih dari 48 jam, tidak ada data pasti mengenai jumlah korban tewas, luka-luka, atau penahanan di tingkat nasional. Kondisi ini memicu kekhawatiran luas bahwa pemutusan komunikasi digunakan untuk menutupi kekerasan negara terhadap para demonstran.
CNN mengutip pernyataan seorang dokter di kota Neyshabur, Iran timur laut, yang dalam pesan audio mengatakan bahwa aparat keamanan menggunakan senapan militer untuk menewaskan setidaknya 30 orang pada Jumat (9/1).
"Di antara mereka ada anak-anak. Seorang anak berusia 5 tahun ditembak saat berada dalam pelukan ibunya," ujar dokter tersebut.
Ia juga menggambarkan situasi rumah sakit yang kacau. "Rumah sakit sangat kacau dan pasien takut untuk dirawat dan diidentifikasi. Karena alasan ini, kami mencoba untuk memberi informasi kepada orang-orang dan merawat mereka secara pribadi di klinik," katanya.
CNN menyatakan belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen. Namun, Kantor Berita Hak Asasi Manusia (HRANA), sebuah organisasi aktivis Iran yang berbasis di Amerika Serikat, melaporkan pada pagi 11 Januari bahwa 116 orang telah tewas dalam dua pekan terakhir aksi protes.
HRANA juga mencatat sedikitnya 2.638 orang ditangkap, sementara demonstrasi dilaporkan terjadi di 574 lokasi yang tersebar di 185 kota dan kabupaten, meskipun internet hampir sepenuhnya terputus.
Di tengah situasi tersebut, militer Iran mengeluarkan pernyataan bahwa mereka akan bekerja sama dengan angkatan bersenjata lainnya untuk menjaga dan melindungi infrastruktur strategis dan properti publik negara selama berlangsungnya protes.
Kemarahan atas Inflasi dan Mata Uang yang Terpuruk
Lonjakan harga, inflasi tinggi, dan melemahnya nilai mata uang menjadi pemicu awal demonstrasi, yang bermula ketika para pedagang di Teheran melakukan pemogokan akibat harga yang kian tinggi dan stagnasi ekonomi.
Kesulitan ekonomi ini memperburuk krisis politik dan lingkungan yang telah lama melanda Iran, termasuk kekeringan parah di Teheran, kota dengan populasi sekitar 10 juta jiwa.
Presiden Iran Masud Pezeshkian berupaya meredam situasi dengan menjanjikan keputusan baru untuk memperbaiki kondisi ekonomi. Namun, protes dengan cepat berkembang melampaui isu ekonomi dan mencakup tuntutan politik yang lebih luas.
Meski demikian, penguasa teokratis garis keras Iran tidak menunjukkan tanda-tanda kompromi. Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, dalam pidatonya di hadapan para pendukung rezim pada Jumat (9/1), menuding bahwa para penyabotase, penghasut telah menghancurkan gedung-gedung negara untuk menyenangkan Trump.
Dukungan terhadap demonstran juga datang dari berbagai pemimpin Barat seiring meningkatnya kecaman internasional terhadap pemerintah Iran.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada Sabtu (10/1) menyerukan agar semua demonstran yang ditahan dibebaskan dan akses internet dipulihkan sepenuhnya.
"Jalan-jalan di Teheran, dan kota-kota di seluruh dunia, bergema dengan langkah kaki perempuan dan laki-laki Iran yang menuntut kebebasan," tulisnya di media sosial.
"Kebebasan untuk berbicara, untuk berkumpul, untuk bepergian dan yang terpenting untuk hidup bebas," tambahnya.
Dalam pernyataan bersama pada Sabtu (9/1), para pemimpin Prancis, Jerman, dan Inggris menyatakan keprihatinan mendalam atas laporan kekerasan oleh pasukan keamanan Iran dan mengutuk keras pembunuhan para demonstran.
Kekaguman Dunia
Pangeran Reza Pahlavi, putra mendiang shah terakhir Iran, juga menyampaikan pesan dukungan melalui media sosial. Ia mengatakan kepada para demonstran bahwa mereka telah memenangkan kekaguman dunia dengan keberanian dan keteguhan hati mereka, seraya mengumumkan rencananya untuk kembali ke Iran dalam waktu dekat.
Aksi massa membesar pada 8-9 Januari setelah Reza Pahlavi menyerukan demonstrasi jalanan yang berkelanjutan. Namun, sejauh mana dukungan publik terhadap keluarga mantan shah di dalam Iran masih belum dapat dipastikan. (H-3)

1 day ago
1




















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412481/original/097624700_1763093838-WhatsApp_Image_2025-11-14_at_10.30.38_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5185497/original/044642300_1744432974-potret_terbari_zhao_luzi__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411402/original/065607100_1763013375-Valve_Steam_Machine_01.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5413407/original/075172300_1763130396-20251114_153735.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4859585/original/086914900_1718074715-female-hold-clock-brain-miniature-work-progress-time-think_151013-60904.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5380287/original/026074400_1760421304-iPhone_Air_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411835/original/088076100_1763022404-1924.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5330027/original/077922500_1756352249-Gemini_Generated_Image_od5e02od5e02od5e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5413389/original/081459800_1763128762-WhatsApp_Image_2025-11-14_at_19.05.59_bf16649d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432329/original/079320000_1764766872-Varian_TECNO_WATCH__Liputan6.comArief_Ferdian_Maulana_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1784724/original/023805100_1511922219-aws03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1258776/original/083037800_1465447060-Mozilla_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4147530/original/033395700_1662396481-peach-tea-peach-food-beverage-products-food-nutrition-concept.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411881/original/024204200_1763024492-54918631276_f927c9ca4b_c.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4680962/original/093560100_1702218376-Jepretan_Layar_2023-12-10_pukul_21.17.30.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5409195/original/034125600_1762848431-Akuatik_-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2514400/original/014338600_1543878323-PUBG-Mobile-update.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412291/original/092284500_1763077007-Galaxy-Tab-A11-Hadir-di-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5251941/original/065189400_1749815167-WhatsApp_Image_2025-06-12_at_17.50.13.jpeg)