Terbentur PMK, Ribuan Desa di Jawa Tengah Belum Dapat Cairkan Dana Desa Tahap II

1 month ago 26
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Terbentur PMK, Ribuan Desa di Jawa Tengah Belum Dapat Cairkan Dana Desa Tahap II Pencairan dana desa terhambat.(MI/Akhmad Safuan)

RIBUAN desa di Jawa Tengah belum dapat pencairan  dana desa (DD) tahap II akibat terganjal Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025 yang dinilai mendadak. Para kepala desa resah karena khawatir rencana kelanjutan pembangunan desa bakal terganggu.

Pemantauan Media Indonesia, Rabu (2/12), para kepala desa di sejumlah daerah di Jawa Tengah resah dan kelimpungan karena hingga saat ini belum dapat melakukan pencairan dana desa tahap II. Akibatnya, sebagian besar memilih menghentikan pembangunan yang sedang berjalan atau menunda rencana pembangunan yang sudah diputuskan dalam musyawarah desa.

Terganjalnya pencairan dana desa tahap II ini, diduga akibat PMK 81/2025 tentang mekanisme pencairan seperti kewajiban desa untuk melengkapi laporan realisasi penggunaan dana desa, capaian output tahap I hingga dokumen pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diberikan batasan hingga 17 September lalu.

"Di daerah ini ada sekitar 237 desa yang terancam tidak bisa mencairkan dana desa tahap II, karena desa-desa tersebut belum melengkapi pengajuan ke pemerintah," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Kabupaten Kendal Yanuar Fathoni.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pekalongan Agus Dwi Nugroho. Dia mengatakan  persoalan ini sepenuhnya berada di luar kewenangan pemerintah daerah yang hanya menjalankan aturan sesuai PMK No 81 tahun 2025 tersebut.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, ungkap Agus Dwi Nugroho, telah meminta data desa-desa yang belum menerima dana tahap II, namun  karena Pemkab Pekalongan masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah provinsi maupun pusat. "Di sini ada 104 desa yang belum melengkapi data yang diwajibkan itu," imbuhnya.

RP 33 MILIAR TERTAHAN
Kepala Bidang Penataan, Pengembangan dan Pengelolaan Keuangan Desa Dinas PMD Kabupaten Blora Suwiji menyebut sebanyak 113 desa tidak dapat mencairkan dana desa Non Earmark Tahap II setelah diberlakukannya PMK No. 81 Tahun 2025 tersebut, sehingga sebanyak Rp33 miliar kini tertahan.

Dana desa earmark itu, ungkap Suwiji, digunakan untuk berbagai kebutuhan pembangunan desa seperti pembangunan sarana prasarana, kegiatan fisik jalan dan jembatan, program pemberdayaan masyarakat dan pembinaan pemerintahan desa, sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak di masyarakat.

Sementara itu Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Demak Agus Supriyanto mengungkapkan bahwa sebanyak 243 desa di daerah ini belum dapat mencairkan dana desa, akibat terbentur PMK yang baru tersebut, sehingga hal ini menyulut ratusan kepala desa mengadu ke DPRD Demak.

"PMK 81/2025 telah menjadi mimpi buruk yang memusingkan bagi kades se-Indonesia, karena cukup mendadak hingga kiita belum tahu kebijakan provinsi nanti seperti apa,” ujar Agus Supriyanto.

Menurut Agus Supriyanto munculnya PMK sebagai pengganti mekanisme sebelumnya yang tertuang dalam PMK 108 Tahun 2024.tersrbut mengakibat sejumlah pembangunan di desa yang sudah sesuai muswarah rencana pembangunan desa tertunda atau terhenti karena belum cairnya dana desa itu.

Kepala Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kaliwungu, Kendal Edy Hariyanto mengaku pihaknya belum bisa mencairkan dana desa tahap II, sehingga banyak pembangunan yang sudah dimusdeskan akan batal. "Pembangunan itu merupakan hasil dari usulan masyarakat melalui RT, RW, dan kepala dusun," tuturnya. (E-2)

Read Entire Article