Kesaksian Berdarah Demo Iran, Aparat Menembaki Kami dengan Tangan Kosong

2 hours ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Kesaksian Berdarah Demo Iran, Aparat Menembaki Kami dengan Tangan Kosong Ilustrasi(Media Sosial X)

DI balik tembok keheningan yang dibangun otoritas Iran melalui pemblokiran internet, suara-suara ketakutan dan keberanian mulai merayap keluar. Omid (bukan nama sebenarnya), seorang pria berusia 40-an dari kota kecil di selatan Iran, menceritakan kengerian yang ia saksikan dengan mata kepala sendiri saat turun ke jalan memprotes krisis ekonomi yang kian mencekik.

"Saya melihatnya sendiri, mereka menembak langsung ke barisan pengunjuk rasa, dan orang-orang tumbang di tempat mereka berdiri," ujar Omid dengan suara gemetar, khawatir identitasnya terlacak oleh aparat.

Omid mengungkapkan pasukan keamanan menggunakan senapan serbu jenis Kalashnikov untuk menghadapi massa yang tidak bersenjata. "Kami melawan rezim brutal dengan tangan kosong," cetusnya pedih.

Eskalasi Pasca Peringatan Pemimpin Tertinggi

Gelombang protes anti-pemerintah ini mencapai puncaknya pada Kamis malam lalu, menyusul seruan dari Reza Pahlavi, putra mahkota Iran di pengasingan. Namun, situasi berubah menjadi pertumpahan darah setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, memberikan peringatan keras.

"Republik Islam tidak akan mundur," tegas Khamenei pada hari Jumat. Tak lama setelah pernyataan tersebut, pasukan keamanan dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan meningkatkan tindakan represif secara drastis.

Seorang perempuan muda di Teheran menggambarkan suasana hari Kamis tersebut seperti "hari penghakiman." Menurutnya, wilayah-wilayah terpencil di ibu kota yang biasanya tenang pun dipenuhi oleh massa yang marah. Namun, apa yang terjadi keesokan harinya jauh lebih traumatis.

"Pada hari Jumat, pasukan keamanan hanya membunuh, membunuh, dan membunuh. Melihatnya langsung membuat saya sangat terpukul hingga kehilangan semangat. Jumat adalah hari yang berdarah," ungkapnya.

Perang Sepihak di Jalanan

Kesaksian warga menggambarkan Teheran layaknya medan perang. Namun, mereka menegaskan ada ketimpangan besar dalam konflik ini. Para pengunjuk rasa mencoba mencari perlindungan di jalanan, sementara aparat terus merangsek maju.

"Dalam perang, kedua belah pihak memiliki senjata. Di sini, orang-orang hanya meneriakkan slogan dan kemudian dibunuh. Ini adalah perang sepihak," tambah wanita tersebut.

Saat ini, ketakutan mulai menyelimuti jalanan. Banyak warga yang memilih tetap berada di dalam rumah atau masuk ke gang-gang kecil untuk terus menyuarakan protes melalui teriakan, guna menghindari konfrontasi langsung dengan peluru tajam.

Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan otoritas menuduh Amerika Serikat dan Israel sebagai dalang di balik kerusuhan ini, serta mengutuk apa yang mereka sebut sebagai "aksi teroris."

Hingga saat ini, akses informasi keluar-masuk Iran masih sangat terbatas akibat pemutusan jaringan internet secara sistematis oleh pemerintah, yang mempersulit verifikasi jumlah korban secara menyeluruh. (BBC/Z-2)

Read Entire Article