Ilustrasi(Dok.MI)
Qasidah atau sholawat merupakan salah satu media dakwah dan ekspresi cinta umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW serta keluarga beliau. Salah satu syair yang sangat melegenda dan melekat di ingatan masyarakat Indonesia adalah lirik Ya Thoybah. Qasidah ini memuat ungkapan kerinduan yang mendalam terhadap sosok Rasulullah SAW dan kota suci Madinah.
Di Indonesia, syair ini mencapai puncak popularitasnya ketika dibawakan oleh penyanyi religi Haddad Alwi dan Sulis dalam album Cinta Rasul. Hingga kini, lantunan Ya Thoybah masih sering terdengar di berbagai majelis taklim, acara keagamaan, hingga diputar di bulan Ramadan. Bagi Anda yang ingin melantunkan atau menghafalkannya, berikut adalah ulasan lengkap mengenai lirik, teks Arab, latin, serta terjemahan dan maknanya.
Lirik Ya Thoybah Lengkap (Arab, Latin, dan Arti)
Berikut adalah lirik lengkap dari Qasidah Ya Thoybah. Syair ini disajikan dalam format teks Arab, transliterasi latin untuk memudahkan pembacaan, serta terjemahan bahasa Indonesia untuk memahami maknanya secara mendalam.
Bagian Refrain (Inti)
يَا طَيْبَة يَا طَيْبَة يَا دَاوَا الْعَيَانَا
اِشْتَقْنَا لِكْ وَالْهَوَى نَادَانَا
Latin:
Ya Thoybah, Ya Thoybah, Ya Dawal 'Ayana
Isytaqna Lik, Wal Hawa Nadana
Terjemahan:
Wahai Sang Penawar (Madinah), Wahai Sang Penawar, Wahai penyembuh sakit kami
Kami merindukanmu, dan kecintaan (kepada Nabi) telah memanggil kami.
Bait Pertama
وَجِيْنَا وَجِيْنَا يَا عَلِي يَا بْنَ أَبِي طَالِبْ
مِنْكُم مَصْدَرْ مَوَاهِبْ يَا هَلْ تُرَى هَلْ نُرَى
عَلَى الْمُرَى لِلْكَرَمْ مَوْلَانَا
Latin:
Wa Jina, Wa Jina, Ya Ali Yabna Abi Thalib
Minkum Mashdar Mawahib, Ya Hal Turo Hal Nuro
'Alal Muro Lil Karam Maulana
Terjemahan:
Dan kami datang, kami datang, wahai Ali bin Abi Thalib
Darimu sumber segala keutamaan, apakah kami dapat melihat, apakah kami akan diperlihatkan
Atas sebaik-baik harapan, bagi kemuliaan junjungan kami.
Bait Kedua
أَسْيَادِي الْحَسَنْ وَالْحُسَيْنِ إِلَى النَّبِي قُرَّةُ عَيْنِي
يَا شَبَابَ الْجَنَّتَيْنِ جَدُّكُمْ صَاحِبُ الْقُرْآنَ
Latin:
Asyadil Hasan wal Husaini, Ilan Nabi Qurratu 'Aini
Ya Syababal Jannataini, Jaddukum Shahibul Qur'ana
Terjemahan:
Junjunganku Hasan dan Husain, bagi Nabi adalah penyejuk mata
Wahai pemuda surga, kakek kalian adalah penerima Al-Qur'an (Nabi Muhammad SAW).
Bait Ketiga
صَلَاةُ اللهِ تَعَالَى عَلَى مَنْ كَلَّمَ الْغَزَالَة
وَالْآلِ أَصْحَابِ الْكَمَالِ وَالْأَصْحَابِ مَنْ عَلَوْا شَانَا
Latin:
Sholatullahi Ta'ala, 'Ala Man Kallamal Ghozalah
Wal Ali Ashabil Kamali, Wal Ashabi Man 'Alau Syana
Terjemahan:
Shalawat Allah Ta'ala, atas dia yang berbicara dengan kijang (Nabi Muhammad)
Dan keluarga pemilik kesempurnaan, serta para sahabat yang tinggi derajatnya.
Makna Mendalam di Balik Syair Ya Thoybah
Memahami lirik Ya Thoybah tidak lengkap rasanya tanpa menyelami makna filosofis dan historis yang terkandung di dalamnya. Kata "Thoybah" sendiri merupakan salah satu nama lain dari kota Madinah Al-Munawwarah. Dalam sejarah Islam, Madinah disebut sebagai Thoybah yang berarti "yang baik" atau "yang suci" karena kota ini menjadi tempat hijrah Nabi Muhammad SAW dan menjadi pusat penyebaran Islam yang penuh kedamaian.
Secara garis besar, qasidah ini mengandung tiga poin utama:
- Kerinduan pada Madinah: Pada bagian refrain, penyair menggambarkan Madinah sebagai "Dawal 'Ayana" atau obat bagi mereka yang sakit (sakit karena rindu). Mengunjungi makam Rasulullah di Madinah adalah impian setiap Muslim.
- Penghormatan kepada Ahlul Bait: Syair ini secara spesifik menyebut nama Ali bin Abi Thalib, serta kedua cucu Nabi, Hasan dan Husain. Ini merupakan bentuk tawassul dan penghormatan kepada keluarga Nabi yang memiliki kedudukan mulia dalam Islam.
- Pujian kepada Nabi Muhammad SAW: Bait-bait akhir menegaskan kemuliaan Rasulullah sebagai penerima mukjizat Al-Qur'an dan sosok yang sangat mulia hingga hewan pun (dalam kisah kijang/ghozalah) berbicara kepada beliau.
Sejarah Popularitas dan Keutamaan
Di Indonesia, lirik ini menjadi sangat populer di awal tahun 2000-an. Melodi yang syahdu namun mudah diingat membuat anak-anak hingga orang dewasa gemar melantunkannya. Meskipun sempat ada diskusi mengenai interpretasi lirik yang dianggap terlalu menonjolkan aspek Syiah karena penyebutan spesifik keluarga Ali bin Abi Thalib, mayoritas ulama Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia memandang syair ini sebagai bentuk kecintaan yang wajar kepada keluarga Nabi (Ahlul Bait), yang mana mencintai mereka adalah bagian dari mencintai Nabi Muhammad SAW.
Membaca atau menyanyikan qasidah seperti Ya Thoybah dapat menjadi sarana untuk melembutkan hati. Mengingat perjuangan Nabi, kemuliaan keluarganya, dan kesucian kota Madinah dapat meningkatkan mahabbah (kecintaan) kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Bagi orang tua, mengajarkan lagu ini kepada anak-anak juga bisa menjadi metode edukasi sejarah Islam yang menyenangkan.
Demikianlah lirik Ya Thoybah lengkap dengan teks Arab, latin, dan terjemahannya. Semoga dengan melantunkan syair ini, kerinduan kita kepada Tanah Suci dan Rasulullah SAW dapat terobati dan menjadi doa agar kelak kita dimudahkan untuk berziarah ke sana.

1 day ago
1




















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412481/original/097624700_1763093838-WhatsApp_Image_2025-11-14_at_10.30.38_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5185497/original/044642300_1744432974-potret_terbari_zhao_luzi__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5413407/original/075172300_1763130396-20251114_153735.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4859585/original/086914900_1718074715-female-hold-clock-brain-miniature-work-progress-time-think_151013-60904.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5380287/original/026074400_1760421304-iPhone_Air_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411835/original/088076100_1763022404-1924.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5330027/original/077922500_1756352249-Gemini_Generated_Image_od5e02od5e02od5e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5413389/original/081459800_1763128762-WhatsApp_Image_2025-11-14_at_19.05.59_bf16649d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1784724/original/023805100_1511922219-aws03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432329/original/079320000_1764766872-Varian_TECNO_WATCH__Liputan6.comArief_Ferdian_Maulana_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4147530/original/033395700_1662396481-peach-tea-peach-food-beverage-products-food-nutrition-concept.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4680962/original/093560100_1702218376-Jepretan_Layar_2023-12-10_pukul_21.17.30.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2514400/original/014338600_1543878323-PUBG-Mobile-update.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412291/original/092284500_1763077007-Galaxy-Tab-A11-Hadir-di-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5251941/original/065189400_1749815167-WhatsApp_Image_2025-06-12_at_17.50.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5435582/original/076987400_1765080408-Andreas_Diantoro_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5413667/original/041121300_1763189896-Telkomsel_2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414355/original/024973700_1763278547-WhatsApp_Image_2025-11-15_at_10.54.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5412237/original/029142400_1763045271-WhatsApp_Image_2025-11-13_at_18.44.56_8bbd8dc4.jpg)